JATIMTERBARU.COM, SITUBONDO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) memperkuat kerja sama pertahanan melalui Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Latihan yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 di Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur, ini menguji kemampuan kedua negara dalam menjalankan operasi terpadu lintas matra.
Kegiatan yang diselenggarakan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Kodiklat TNI) tersebut melibatkan 2.235 personel. Jumlah itu terdiri atas 1.235 prajurit TNI dan 1.000 personel ADF.
Latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme militer, kesiapan operasional, serta koordinasi antarpasukan. Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat hubungan pertahanan Indonesia dan Australia dalam mendukung stabilitas keamanan kawasan.
Ribuan Personel Uji Kemampuan Lintas Matra
Latgabma Keris Woomera 2026 menghadirkan berbagai skenario operasi yang melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Prajurit kedua negara menjalani latihan operasi maritim, operasi udara, pendaratan amfibi, serta penembakan menggunakan amunisi tajam.
Latihan juga mencakup simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Skenario tersebut menguji kesiapan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas satuan, dan dukungan berbagai unsur militer.
Sejumlah alutsista turut mendukung pelaksanaan latihan, mulai dari kapal perang, pesawat, helikopter, artileri, hingga sistem roket. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberikan kesempatan bagi prajurit untuk menguji kemampuan teknis sekaligus menyelaraskan prosedur operasi bersama.
Petinggi TNI Tinjau Penembakan Amunisi Tajam
Dalam rangkaian kegiatan di Situbondo, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., mendampingi Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika bersama sejumlah perwira tinggi TNI untuk meninjau pelaksanaan drill basah atau latihan penembakan menggunakan amunisi tajam.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kesiapan prajurit dalam menjalankan tahapan latihan. Para pimpinan TNI juga melihat penerapan prosedur operasional serta aspek keselamatan selama penggunaan persenjataan.
Pelaksanaan latihan dengan amunisi tajam menuntut disiplin tinggi dari setiap personel. Karena itu, ketepatan prosedur, koordinasi antarprajurit, dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan.
Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Australia
Latgabma Keris Woomera 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan tempur. Latihan ini juga membuka ruang bagi prajurit TNI dan ADF untuk menyelaraskan prosedur, membangun pemahaman bersama, serta meningkatkan interoperabilitas dalam pelaksanaan operasi gabungan.
Pengalaman berlatih bersama diharapkan memperkuat kesiapan kedua angkatan bersenjata saat menghadapi tantangan keamanan yang membutuhkan koordinasi lintas negara. Kemampuan bekerja secara terpadu juga menjadi modal penting dalam menjalankan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Melalui latihan gabungan ini, TNI dan ADF melanjutkan upaya membangun hubungan pertahanan yang profesional dan konstruktif. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung kesiapsiagaan militer sekaligus berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.
Sumber Pendivif 2 Kostrad
















