Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Sholat Istisqa di Malang, Doa dan Imbauan Cegah Kebakaran

89
×

Sholat Istisqa di Malang, Doa dan Imbauan Cegah Kebakaran

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA – Kemarau panjang meningkatkan ancaman kebakaran di Kota Malang. Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar menuntut kewaspadaan masyarakat, terutama saat beraktivitas di sekitar permukiman dan lahan terbuka.

Di tengah kondisi tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan.

Example 300x600

Keduanya mengikuti Sholat Istisqa bersama para ulama dan jamaah di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jalan Tumenggung Suryo, kawasan Rampal, Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Sholat Istisqa Jadi Ikhtiar Bersama

Jamaah melaksanakan Sholat Istisqa setelah kegiatan Sholat Subuh Keliling (Suling). Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, sejumlah pejabat utama Polresta Malang Kota, jamaah Suling, serta jamaah pengajian Pondok Beras turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ibadah ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan tersebut menguatkan kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, ulama, dan warga dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan bahwa doa bersama merupakan bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.

“Melalui Sholat Istisqa ini, kami bersama masyarakat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Di tengah musim kemarau panjang, kita perlu memperkuat doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama,” ujar Danang.

Warga Diminta Waspadai Pemicu Kebakaran

Danang mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk mencegah kebakaran. Cuaca kering membuat rumput, ranting, dan semak belukar lebih mudah terbakar. Tiupan angin juga dapat mempercepat penyebaran api ke area lain.

Karena itu, ia meminta warga menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di sekitar rumah dan kawasan padat penduduk.

Masyarakat juga perlu memastikan api benar-benar padam setelah memasak atau melakukan aktivitas lain. Warga harus membuang puntung rokok pada tempat yang aman agar tidak memicu kebakaran.

“Jangan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar selama kondisi kering. Api kecil sekalipun dapat merambat ketika tertiup angin dan membahayakan rumah maupun lingkungan sekitar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegas Danang.

Periksa Instalasi Listrik dan Peralatan Rumah

Selain mengantisipasi kebakaran lahan, warga perlu memeriksa keamanan rumah sebelum meninggalkan tempat tinggal. Kompor dan instalasi gas harus dalam kondisi aman. Masyarakat juga perlu memastikan peralatan listrik serta sambungannya tidak mengalami kerusakan yang berpotensi memicu korsleting.

Danang turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air secara bijak selama kemarau. Jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, warga sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas.

Langkah cepat sangat penting untuk mengendalikan api sebelum menjalar ke rumah, bangunan, maupun lahan di sekitarnya. Kesadaran setiap warga juga berperan besar dalam menekan risiko kebakaran dan mencegah kerugian yang lebih luas.

Perkuat Sinergi demi Keselamatan Warga

Kegiatan Sholat Istisqa yang berlangsung setelah Sholat Subuh Keliling tersebut mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam satu ikhtiar bersama.

Kehadiran Kapolresta Malang Kota dan Wakil Wali Kota Malang juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, tetapi juga saling mengingatkan ketika menemukan aktivitas yang berisiko.

Danang berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan bersama melalui tindakan pencegahan yang konsisten.

“Harapan kita, hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik. Sambil berdoa, mari kita menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang memicu kebakaran, dan saling mengingatkan demi keselamatan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.

Melalui doa bersama dan langkah pencegahan sejak dini, masyarakat diharapkan mampu menghadapi musim kemarau dengan lebih waspada sekaligus menjaga lingkungan Kota Malang tetap aman.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *