Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Temu Anak Kota Malang Asah Kreativitas dan Keberanian Bicara

90
×

Temu Anak Kota Malang Asah Kreativitas dan Keberanian Bicara

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Dinsos P3AP2KB Kota Malang mengajak anak-anak untuk lebih kreatif, percaya diri, dan berani menyampaikan pendapat. Ajakan ini mengemuka dalam kegiatan Temu Anak Kota Malang di Diavel Coffee, Kecamatan Blimbing, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Forum Anak Berkarya: Mengembangkan Kreativitas, Kolaborasi, dan Suara Anak melalui Game Edukatif”. Melalui agenda ini, panitia mendorong anak untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan memperkuat kepedulian terhadap perlindungan anak.

Example 300x600

Perkuat Peran Pelopor dan Pelapor

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas 35 anggota Forum Anak Kota Malang dan lima perwakilan Forum Anak tingkat kecamatan.

Selama kegiatan, peserta mengasah kreativitas melalui cerita bergambar. Mereka juga mempelajari teknik pengambilan gambar untuk menghasilkan konten visual yang menarik.

Keterampilan tersebut membantu anak menyampaikan gagasan secara kreatif. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan media visual untuk menyebarkan pesan positif kepada teman sebaya.

Kegiatan ini juga memperkuat peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor, anak perlu berani menginisiasi perubahan positif. Sebagai pelapor, mereka harus berani menyampaikan persoalan kepada pihak tepercaya.

Bekali Anak Hadapi Tantangan Digital

Panitia menghadirkan narasumber dari Lembaga BASAibu Wiki Jawa dan praktisi Game-Based Learning. Salah satunya ialah Cristina Setianingrum, Project Lead BASAibu Wiki Jawa yang mendapat penugasan dari ICT Watch.

Dalam pemaparannya, Cristina mengajak peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya sikap positif, kejujuran, dan kedisiplinan.

Anak juga perlu menolak perundungan dan berani menyampaikan pendapat. Jika menemukan persoalan, mereka harus mencari bantuan dari orang dewasa atau pihak tepercaya.

Selanjutnya, peserta membahas sejumlah tantangan yang menghambat partisipasi anak. Tantangan itu meliputi keterbatasan informasi ramah anak, rendahnya kecakapan digital, serta sikap sebagian orang dewasa yang kurang menghargai pendapat anak.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta mempelajari metode STAR. Metode ini mencakup Situation, Task, Action, dan Result.

Melalui metode tersebut, anak belajar mengenali masalah, menentukan tugas, mengambil tindakan, dan mengevaluasi hasil. Mereka juga mendapat dorongan untuk menyebarkan konten positif melalui kampanye #berbagikontenbaik.

Kampanye ini mengajak anak menggunakan media sosial secara bijak. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya melawan perundungan di ruang digital.

Latih Kepercayaan Diri melalui Public Speaking

Selain kreativitas digital, panitia memberikan materi public speaking. Sesi ini membantu peserta menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan terstruktur.

Peserta mempelajari konsep 3V. Unsur pertama, Vokal, mencakup intonasi dan kecepatan bicara. Unsur kedua, Verbal, menekankan pemilihan kata yang tepat. Sementara itu, Visual mencakup ekspresi wajah saat berbicara.

Peserta juga berlatih menggunakan teknik TSB, yaitu Tatap, Senyum, dan Bicara. Teknik ini membantu mereka membangun komunikasi yang lebih efektif.

Selanjutnya, peserta menyusun presentasi melalui empat tahapan. Tahapan tersebut meliputi Why, What, How To, dan Call To Action.

Melalui pola ini, anak belajar menjelaskan alasan suatu persoalan, menguraikan masalah, menawarkan solusi, dan mengajak audiens bertindak. Dengan demikian, mereka dapat menyampaikan pesan secara jelas, sistematis, dan meyakinkan.

Perkuat Kolaborasi Forum Anak

Pendamping Forum Anak Kota Malang, Achmad Lutfi, menilai kegiatan ini memiliki arti penting bagi penguatan komunikasi antarpengurus. Forum Anak tingkat kota dan kecamatan perlu membangun koordinasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan memperkuat kerja sama. Selain itu, koordinasi yang solid dapat membantu pelaksanaan program perlindungan anak di Kota Malang.

“Kegiatan Temu Anak ini bukan sekadar acara berkumpul, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang penting antarpengurus Forum Anak di berbagai tingkatan. Harapannya, komunikasi yang semakin baik dapat memperkuat kolaborasi sehingga program perlindungan anak di Kota Malang berjalan optimal dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Dorong Anak Aktif dalam Perlindungan Anak

Melalui Temu Anak, Dinsos P3AP2KB Kota Malang mendorong peserta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diharapkan mengajak teman sebaya untuk menyebarkan pesan positif.

Keberanian berbicara, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama menjadi modal penting bagi anak. Bekal tersebut membantu mereka menyampaikan aspirasi sekaligus merespons persoalan di lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, keterlibatan aktif anak turut mendukung upaya mewujudkan Kota Layak Anak. Forum Anak pun diharapkan semakin kuat dalam menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) di Kota Malang.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *