Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Kepolisian

Polresta Sidoarjo Gandeng Disnaker Tekan Pengangguran

54
×

Polresta Sidoarjo Gandeng Disnaker Tekan Pengangguran

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Polresta Sidoarjo memperkuat upaya pencegahan kriminalitas dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Kali ini, kepolisian menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo untuk memperluas akses pelatihan dan peluang kerja bagi masyarakat.

​Wakapolresta Sidoarjo AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., meninjau kegiatan pelatihan kerja yang berlangsung atas inisiasi Disnaker Sidoarjo di kawasan Alun-alun Monumen Jayandaru, Kamis (29/10/2026). Pelatihan content creator untuk meningkatkan keterampilan digital peserta menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatiannya.

Example 300x600

​Poliran Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

​Fahrian menilai pelatihan kerja berperan penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja. Karena itu, ia mendorong Disnaker dan Polresta Sidoarjo memperkuat kolaborasi agar pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan.

​Menurutnya, penanganan masalah pengangguran perlu berjalan seiring dengan pencegahan gangguan keamanan. Masyarakat yang memiliki keterampilan dan kesempatan kerja mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

​“Polri saat ini memiliki semangat Polisi Bersama Masyarakat. Salah satunya melalui program Poliran, Polisi Peduli Pengangguran. Jika Dinas Ketenagakerjaan menggelar pelatihan seperti ini, menurut saya sangat bagus,” ujar Fahrian.

​Ia berharap peserta memperoleh bekal yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, pemerintah dan kepolisian perlu memperluas informasi mengenai kesempatan kerja agar masyarakat dapat menentukan pilihan secara tepat.

​Cegah TPPO melalui Informasi Kerja yang Aman

​Fahrian juga menyoroti risiko penipuan berkedok lowongan kerja, terutama tawaran bekerja ke luar negeri tanpa kejelasan perusahaan dan prosedur penempatan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami legalitas pekerjaan sebelum menerima tawaran dari pihak mana pun.

​Minimnya informasi dan keterbatasan akses pekerjaan dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap praktik perekrutan ilegal. Karena itu, ia mendorong edukasi ketenagakerjaan berjalan beriringan dengan program Poliran.

​“Jika kita bisa menggalakkan hal-hal seperti ini di wilayah Sidoarjo yang merupakan daerah penyangga Provinsi Jawa Timur, saya kira saudara-saudara kita tidak akan lagi menjadi korban TPPO di Malaysia,” tegasnya.

​Melalui kolaborasi tersebut, Polresta Sidoarjo berharap masyarakat semakin waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas. Warga juga perlu memeriksa identitas perusahaan, kontrak kerja, serta prosedur penempatan sebelum berangkat ke luar negeri.

​Peserta Pelatihan Digital Jadi Penggerak Informasi

​Fahrian turut mendorong peserta pelatihan content creator memanfaatkan kemampuan digital untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat. Mereka dapat membantu memperluas jangkauan informasi lowongan kerja, edukasi ketenagakerjaan, hingga kampanye pencegahan TPPO.

​Menurutnya, media digital memiliki peran besar dalam menjangkau masyarakat, terutama generasi muda yang aktif menggunakan telepon seluler. Karena itu, pembuatan konten perlu mengarah pada penyebaran informasi yang akurat dan mudah paham.

​“Jika tidak mengunggahnya ke media, masyarakat tidak bisa melihat tugas-tugas polisi saat ini. Apalagi generasi Z ini luar biasa, kehidupannya banyak di handphone,” ungkapnya.

​Ia berharap para peserta mampu menggunakan keterampilan tersebut secara produktif. Selain membuka peluang penghasilan, kemampuan membuat konten juga membantu masyarakat memperoleh informasi pekerjaan yang lebih luas.

​Sinergi untuk Perluas Peluang Kerja

​Polresta Sidoarjo mengapresiasi langkah Disnaker dalam meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan kerja. Fahrian meminta peserta mengikuti kegiatan dengan serius agar dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh untuk mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha.

​Kolaborasi Poliran dan Disnaker mempertemukan kebutuhan peningkatan keterampilan dengan akses informasi pekerjaan yang terpercaya. Langkah ini sekaligus memperkuat pencegahan kriminalitas dan TPPO melalui pemberdayaan masyarakat.

​Dengan memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan literasi ketenagakerjaan, Sidoarjo dapat membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan terhindar dari praktik perekrutan ilegal.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *