JATIMTERBARU.COM, BATU – Wali Kota Batu Nurochman menargetkan perbaikan atap dan talang air Pasar Induk Among Tani mulai berjalan paling lambat dalam sepekan ke depan. Ia menyampaikan kepastian itu setelah mengecek langsung kondisi pasar pada Kamis (29/10/2026).
Kerusakan tersebut menjadi perhatian setelah hujan deras pada Rabu (28/10/2026) memicu kebocoran di sejumlah titik. Air merembes dari atap dan talang, lalu menggenangi area pasar hingga mengganggu aktivitas jual beli.
Kebocoran Ganggu Aktivitas Pedagang
Sejumlah pedagang terpaksa menyiapkan ember dan wadah seadanya untuk menampung tetesan air di area berjualan. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan kurang nyaman, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, Nurochman meminta penanganan segera agar kebocoran tidak terus mengganggu pedagang maupun pengunjung. Perbaikan juga diharapkan mampu mengurangi risiko genangan ketika hujan kembali mengguyur kawasan pasar.
“Sudah kami cek, nanti seminggu lagi kita kerjakan,” ujar Nurochman.
Perbaikan untuk Menjaga Kenyamanan Pasar
Pemkot Batu menargetkan perbaikan tersebut dapat mengatasi kebocoran yang berulang. Langkah ini sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perdagangan di Pasar Induk Among Tani.
Dengan penanganan yang tepat, pedagang dapat berjualan lebih nyaman dan pengunjung bisa beraktivitas tanpa terganggu tetesan air. Pemerintah kota juga berupaya menjaga kondisi fasilitas pasar agar tetap mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Sumber Prokopim Pemkot Batu
















