JATIMTERBARU.COM, MALANG – Kehadiran Trans Jatim Koridor II membuka peluang baru bagi penguatan konektivitas dan aktivitas ekonomi di kawasan Malang Raya. Pemerintah Kabupaten Malang menyambut positif layanan transportasi publik yang menghubungkan Kepanjen, Kota Malang, hingga Kota Batu tersebut.
Bupati Malang H.M. Sanusi menilai pengoperasian koridor baru ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses transportasi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas, layanan tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.
Sanusi menjelaskan, Trans Jatim Koridor II menawarkan tarif terjangkau dengan waktu perjalanan yang relatif singkat. Skema layanan ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang beraktivitas dari Kepanjen menuju Kota Batu maupun sebaliknya.
“Dari Kepanjen sampai Batu tetap sama, yakni Rp5.000 untuk pelajar dan Rp2.500 untuk umum. Begitu pula sebaliknya, dengan waktu tempuh yang relatif singkat dan terintegrasi dengan baik,” ujar Bupati Sanusi.
Tarif Terjangkau Dukung Mobilitas Masyarakat
Menurut Sanusi, keterjangkauan tarif menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas penggunaan transportasi publik. Dengan biaya perjalanan yang relatif ekonomis, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang lebih mudah untuk menjangkau berbagai wilayah di Malang Raya.
Selain itu, konektivitas antardaerah dapat mendukung aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Pelajar, pekerja, pedagang, hingga pelaku usaha berpeluang merasakan manfaat dari hadirnya layanan tersebut.
Karena itu, Pemkab Malang berharap Trans Jatim Koridor II tidak hanya memperlancar perjalanan masyarakat. Layanan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi antara Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
Sanusi Apresiasi Sinergi Pemerintah Daerah
Sanusi turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai dukungan provinsi berperan penting dalam memperluas layanan transportasi publik di Malang Raya.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan kawasan. Sinergi tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan layanan publik yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Sanusi optimistis pembangunan yang berkelanjutan akan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Ia berharap pengembangan transportasi publik berjalan beriringan dengan peningkatan sektor lain.
Dorong Pendidikan dan Aktivitas Ekonomi
Pemkab Malang juga menaruh harapan besar terhadap dampak lanjutan pengoperasian koridor tersebut. Kemudahan transportasi diharapkan mendukung akses pendidikan, perdagangan, dan transformasi umum, serta membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan produktif.
Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat dapat menjangkau pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik secara lebih mudah. Pada saat yang sama, pelaku usaha memiliki peluang memperluas jangkauan aktivitasnya di kawasan Malang Raya.
Pemkab Malang berharap Trans Jatim Koridor II menjadi bagian dari penguatan transportasi regional. Kehadiran layanan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
















