Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Ekonomi Bisnis

Pulihkan Lahan Kritis di Musim Hujan, Pupuk Organik Sulami Diuji Coba di Malang

38
×

Pulihkan Lahan Kritis di Musim Hujan, Pupuk Organik Sulami Diuji Coba di Malang

Sebarkan artikel ini
Komunitas Farm Forward bersama pembina riset dan Kelompok Tani Dewi Sri Karangbesuki berfoto bersama di lokasi lahan hortikultura usai memulai proses uji coba dan aplikasi pupuk organik cair SULAMI di Malang.

JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Ancaman cuaca ekstrem dan degradasi lahan yang mengancam produktivitas petani di Malang kini mulai dijawab lewat langkah konkret di tingkat akar rumput. Komunitas Farm Forward bersama pembina riset resmi menggandeng Kelompok Tani Dewi Sri Karangbesuki untuk menguji cobakan pupuk organik cair SULAMI (Subur Alami) pada lahan hortikultura seluas 1,4 hektare, Selasa (3/11/2026).

Pembina riset SULAMI, Kaji Johan, mengatakan bahwa penerapan inovasi pupuk organik ini saat ini tengah berada dalam proses uji coba dan langsung diaplikasikan ke lahan petani untuk mengetahui hasilnya secara nyata.

Example 300x600

Langkah ini difokuskan untuk mengatasi masalah klasik petani saat musim penghujan, yakni tingginya tingkat keasaman tanah yang kerap mengganggu penyerapan nutrisi tanaman.

“Tanah masam saat musim hujan itu musuh utama petani. Nutrisi sebanyak apa pun akan terbuang percuma jika tanahnya mengunci penyerapan. Melalui riset SULAMI, kita tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi menyembuhkan tanahnya terlebih dahulu agar tanaman bisa makan dengan sempurna,” ujar Kaji Johan.

Selain berpotensi mendongkrak hasil produksi hingga 10 persen, formula tersebut dirancang untuk merevitalisasi lahan yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan residu kimia jangka panjang.

Senada dengan hal tersebut, Konsultan Pupuk Sulami, Harun, menjelaskan bahwa penyesuaian unsur hara makro seperti NPK serta penambahan bio-stimulan menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan metabolisme tanaman di tengah fluktuasi cuaca.

“Jika disesuaikan dengan kondisi lahan di sini, saat musim hujan tanah cenderung mengarah ke asam. Untuk unsur haranya, kami memastikan pupuk ini dapat memenuhi dan mengawal kebutuhan tanaman ketika musim hujan tiba,” ujar Harun.

Secara teknis, keunggulan pupuk Sulami, selain memiliki kandungan hara makro esensial N, P dan K yang seimbang, serta beberapa hara mikro yang tidak dapat diabaikan dalam optimalisasi tumbuh kembang tanaman budidaya, juga bertumpu pada perpaduan tiga komponen aktif, yaitu asam humat (humic acid), asam amino, dan asam fulvat (fulvic acid).

“Kandungan asam amino bekerja menahan tekanan lingkungan (environmental stress) agar tanaman terhindar dari kejutan metabolik akibat perubahan cuaca yang drastis,” paparnya.

Lebih lanjut, Harun menekankan bahwa efektivitas pupuk organik ini menuntut keseimbangan di tingkat bawah, yakni ketersediaan pupuk dasar seperti kompos atau pupuk kandang secara berkelanjutan. Kombinasi tersebut diklaim mampu menghidupkan kembali mikrobioma tanah yang kritis agar kembali gembur dan produktif.

Sementara itu, Founder Sulami, Abdullah Haris, menegaskan bahwa pengembangan produk ini dilandasi oleh komitmen jangka panjang untuk mewujudkan praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Guna memastikan setiap tetes formula terserap secara tepat sasaran, pihak pengembang tidak memberlakukan sistem jual putus di pasaran.

Setiap pembelian paket larutan induk pekat seharga Rp2.700.000 per 200 liter untuk kebutuhan satu hektare disertai dengan layanan konsultasi dan pendampingan langsung oleh konsultan Sulami di lapangan.

Langkah pendampingan intensif ini dinilai krusial agar takaran pengenceran yang umumnya membutuhkan volume larutan hingga 2.500 liter per hektare sesuai dengan kondisi spesifik lahan masing-masing petani selama masa uji coba berlangsung.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *