Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Api di Bromo Telah Padam, Kementerian Kehutanan : Keselamatan Pengunjung dan Petugas Jadi Prioritas

105
×

Api di Bromo Telah Padam, Kementerian Kehutanan : Keselamatan Pengunjung dan Petugas Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Foto : dok. Humas Kementerian Kehutanan

JATIMTERBARU.COM, PROBOLINGGO – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan telah padam. Hingga Jumat (14/8/2026) pukul 15.00 WIB, tim gabungan tidak lagi menemukan nyala api aktif di lokasi.

Meski demikian, proses pendinginan dan pemantauan intensif masih terus dilakukan untuk mencegah bara di bekas area terbakar menyala kembali.

Example 300x600

Berdasarkan pemantauan lapangan Manggala Agni bersama tim gabungan, bara masih ditemukan di sejumlah titik bekas terbakar.

Proses penyisiran dan pendinginan dilakukan Balai Besar TNBTS bersama Satgas Penanganan Siaga Darurat Bencana Karhutla Provinsi Jawa Timur 2026. Tahapan ini akan terus berjalan hingga dipastikan tidak ada lagi potensi api muncul.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengapresiasi kerja seluruh unsur yang terlibat.

“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali. Perkembangan ini merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, relawan, dan seluruh pihak terkait. Namun, kami tetap berhati-hati karena masih terdapat bara dan selalu ada kemungkinan munculnya api kembali. Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,” ujar Ristianto.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah meninjau langsung lokasi terdampak. Ia menginstruksikan penutupan sementara seluruh kawasan TNBTS agar pemadaman, pendinginan, dan antisipasi titik api baru dapat dilakukan maksimal. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama.

Kementerian Kehutanan juga menyampaikan terima kasih kepada BNPB/BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat atas kerja sama luar biasa dalam penanganan kebakaran.

Setelah pendinginan selesai, Satgas akan memeriksa fasilitas umum dan sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan bertujuan memastikan keamanan, kelayakan, dan kesiapan sebelum kawasan dibuka kembali untuk wisata.

“Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh. Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Ristianto.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat dan wisatawan menunggu pengumuman resmi terkait pembukaan TNBTS. Bagi pengunjung yang sudah membeli tiket daring untuk periode penutupan, pengajuan refund atau reschedule dapat dilakukan sesuai ketentuan BBTNBTS.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran dan segera melapor kepada petugas jika menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan TNBTS.(*)

 

 

Sumber Humas Kementerian Kehutanan

 

 

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *