JATIMTERBARU.COM, MALANG — Langkah memperkuat jejaring akademik internasional terus dilakukan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB). Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan National Taiwan University (NTU), Taiwan, dalam kunjungan akademik yang berlangsung 21 September 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran FTAB UB dengan pimpinan College of Bioresources and Agriculture serta Institute of Food Science and Technology NTU. Delegasi UB dipimpin Dekan FTAB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., sementara pihak NTU menerima rombongan bersama Associate Dean Professor Min-Hsiung Pan dan jajaran terkait.
Diskusi kedua institusi diarahkan pada pengembangan sejumlah program yang dapat memperluas mobilitas akademik sekaligus memperkuat kapasitas riset. Setidaknya terdapat lima bidang yang menjadi fokus pembahasan untuk ditindaklanjuti dalam kerja sama kedua kampus.
Agenda pertama menyangkut peluang penyelenggaraan dual degree untuk mahasiswa jenjang magister dan doktor. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan jalur akademik internasional sekaligus memperkuat pengalaman belajar mahasiswa.
Bidang berikutnya adalah pengembangan riset bersama, khususnya pada ranah teknologi agroindustri dan biosistem. Kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat mempertemukan kepakaran peneliti dari kedua perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang memiliki cakupan lebih luas.
FTAB UB dan NTU juga membicarakan pertukaran mahasiswa melalui skema student inbound dan outbound. Selain mobilitas mahasiswa, kedua pihak menjajaki penerapan Collaborative Online International Learning (COIL) sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif lintas negara berbasis digital.
Sementara itu, penguatan kapasitas sumber daya akademik turut masuk dalam pembahasan melalui rencana program adjunct professor dan visiting lecturer. Skema ini membuka ruang bagi dosen dan akademisi kedua institusi untuk berbagi keahlian serta pengalaman dalam kegiatan akademik.
Wakil Dekan Bidang Akademik FTAB UB, Endrika Widyastuti, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., mengatakan penjajakan dengan NTU menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pada aspek pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Endrika, hubungan akademik FTAB UB dengan lingkungan NTU juga telah memiliki rekam jejak melalui keberadaan alumni yang melanjutkan aktivitas akademiknya di Taiwan.
“Saat ini sudah tercatat dua alumni FTAB yang bergabung di NTU, yaitu Christoper Caesar Yudho Sutopo, Ph.D dan Verianti, STP sebagai assistant researcher. Ini membuktikan bahwa kualitas lulusan FTAB UB sudah diakui di kancah internasional,” ujarnya.
Kehadiran alumni tersebut menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat hubungan akademik kedua institusi. Jaringan yang telah terbentuk diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pendidikan lanjutan dan riset.
Melalui lima agenda yang tengah dijajaki tersebut, FTAB UB menargetkan terbukanya semakin banyak akses internasional bagi sivitas akademika. Mahasiswa maupun dosen diharapkan memperoleh pengalaman akademik, riset, serta jejaring yang dapat mendukung pengembangan kompetensi di tingkat global.
Kerja sama dengan NTU sekaligus menjadi bagian dari langkah FTAB UB dalam memperkuat arah internasionalisasi fakultas, dengan membangun kemitraan akademik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
















