Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita Daerah

Gardu Induk PLN Banaran Gelar Simulasi Tanggap Darurat

101
×

Gardu Induk PLN Banaran Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Pengamanan objek vital nasional membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada satu institusi. Hal itu tercermin dalam simulasi tanggap darurat Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang digelar di Gardu Induk Banaran ULTG Kediri, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan lintas sektor dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan yang dapat mengancam keamanan fasilitas kelistrikan. Danramil 0809/02 Pesantren Kodim Kediri Kapten Inf. Dwi Agus Hariyanto hadir bersama unsur Forkopimcam dan jajaran terkait dalam pelaksanaan simulasi tersebut.

Example 300x600

Latihan diarahkan untuk memperkuat kemampuan setiap unsur dalam merespons situasi darurat, termasuk potensi tindak kriminal, sabotase, gangguan keamanan, hingga ancaman terorisme. Melalui skenario yang disiapkan, masing-masing pihak diuji dalam menjalankan fungsi sesuai tugas dan kewenangannya.

Lebih dari sekadar latihan teknis, simulasi tersebut juga menjadi ruang untuk menguji efektivitas komunikasi dan koordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Kesamaan pemahaman mengenai prosedur penanganan dinilai penting agar setiap tindakan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tidak saling tumpang tindih.

Kegiatan melibatkan jajaran manajemen ULTG Kediri, Unit Induk Telekomunikasi (UIT), UPT Madiun, serta para Asisten Manajer UPT Madiun PLN. Unsur kewilayahan dan pendukung juga ambil bagian, di antaranya Kapolsek Pesantren, Kasi Trantib Kecamatan Pesantren, Tiga Pilar Kelurahan Banaran, BPBD, Perhutani, tenaga kesehatan Puskesmas, DLHKP, serta Linmas Banaran.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan kebutuhan akan sistem pengamanan yang terintegrasi di kawasan objek vital nasional. Fasilitas kelistrikan memiliki fungsi strategis bagi masyarakat sehingga setiap potensi gangguan harus diantisipasi melalui kesiapan personel, prosedur yang jelas, serta koordinasi lintas instansi.

Dalam simulasi, seluruh unsur juga diarahkan untuk memahami tahapan respons ketika menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan maupun operasional fasilitas. Hasil latihan selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan mekanisme pengamanan dan memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

Kehadiran unsur TNI, Polri, PLN, pemerintah wilayah, dan lembaga terkait menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanganan yang lebih terpadu. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkecil potensi risiko sekaligus memastikan setiap ancaman terhadap objek vital dapat direspons secara terukur.

Melalui simulasi tanggap darurat ini, kesiapan bersama terus dibangun sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan Gardu Induk Banaran serta mendukung keberlangsungan layanan kelistrikan bagi masyarakat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *