JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Koramil 0809/10 Wates, Kodim 0809/Kediri, memperkuat dukungan terhadap program swasembada gula nasional melalui kegiatan tanam perdana tebu di Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (21/10/2026). Program Bongkar Ratoon ini mendorong petani meremajakan tanaman tebu untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.
Dalam kegiatan tersebut, Koramil 0809/10 Wates menugaskan Peltu Yudha sebagai perwakilan. Pada kesempatan yang sama, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pesantren Baru menyerahkan bantuan Program Irigasi Manis kepada kelompok tani setempat.
Kolaborasi ini menyatukan dukungan TNI, pemerintah daerah, dan industri gula untuk memperkuat sektor pertanian. Selain mendorong peremajaan tanaman, kegiatan tersebut juga membantu petani memenuhi kebutuhan air selama masa pertumbuhan tebu.
TNI Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Peltu Yudha menegaskan bahwa Koramil 0809/10 Wates mendukung program Bongkar Ratoon sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, TNI siap mendampingi petani agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Kami dari Koramil 0809/10 Wates sangat mendukung penuh program Bongkar Ratoon ini. Ini bukan sekadar menanam ulang tebu, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani. Kami siap mengawal bersama Babinsa di lapangan agar program berjalan sukses,” ujar Peltu Yudha.
Menurutnya, pendampingan Babinsa dapat membantu petani menjalankan program secara berkelanjutan. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pelaku industri gula akan memperkuat upaya peningkatan hasil perkebunan.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Sekretaris Kecamatan Wates Mariana, Kapolsek Wates IPTU Abdul Aziz, Kepala Desa Janti Ir. H. Muryadi, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan Dinas Perkebunan beserta jajaran.
Bongkar Ratoon Bidik Hasil 90 Ton per Hektare
Program Bongkar Ratoon mendorong petani mengganti tanaman tebu tua yang produktivitasnya menurun dengan bibit unggul bersertifikat. Kementerian Pertanian mengembangkan program ini untuk mempercepat peremajaan tanaman, terutama tebu yang telah mengalami keprasan lebih dari tiga kali.
Sebagai gambaran, tanaman tebu tua umumnya menghasilkan sekitar 60 ton per hektare. Melalui peremajaan dan penggunaan bibit unggul, program ini menargetkan hasil hingga 90 ton per hektare.
Bahkan, produktivitas berpotensi mencapai 120 ton per hektare jika petani menerapkan teknik budidaya dan pemeliharaan secara optimal. Dengan demikian, peremajaan tanaman menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan hasil panen.
Peningkatan produksi tebu juga berpeluang memperkuat pasokan bahan baku industri gula. Oleh sebab itu, program Bongkar Ratoon memiliki peran strategis dalam mendukung target swasembada gula nasional.
Bantuan Irigasi Manis Jaga Ketersediaan Air
Selain menggelar tanam perdana, PT SGN PG Pesantren Baru menyerahkan bantuan Program Irigasi Manis kepada kelompok tani. Bantuan tersebut mencakup pompa air dan jaringan irigasi untuk menunjang kebutuhan air di lahan tebu.
Sarana ini sangat penting, terutama ketika musim kemarau mengurangi ketersediaan air. Dengan dukungan irigasi yang memadai, petani dapat menjaga pasokan air bagi tanaman sehingga pertumbuhannya tetap optimal.
Kepala Desa Janti, Ir. H. Muryadi, menyambut baik bantuan tersebut. Ia berharap ketersediaan bibit unggul dan sarana irigasi mampu membantu petani meningkatkan hasil panen.
Selain itu, petani menaruh harapan besar terhadap hasil produksi pada musim giling 2026 yang direncanakan berlangsung selama 148 hari. Produktivitas yang lebih baik diharapkan memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani sekaligus pasokan tebu bagi industri gula.
Sinergi Daerah Perkuat Swasembada Gula
Melalui program ini, TNI, pemerintah daerah, perusahaan gula, dan kelompok tani memperkuat kerja sama untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu. Pendampingan di lapangan, penggunaan bibit unggul, dan dukungan irigasi menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada peremajaan tanaman. Petani juga perlu menerapkan budidaya yang tepat dan menjaga pemeliharaan tanaman secara konsisten.
Dengan langkah tersebut, program Bongkar Ratoon di Desa Janti diharapkan mampu meningkatkan hasil perkebunan, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendukung kemandirian gula nasional.
















