JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Dinamika tata kelola pemerintahan tidak melulu dibangun di atas meja perundingan atau ruang sidang paripurna.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo menunjukkan pendekatan diplomasi informal yang hangat melalui pertandingan sepak bola persahabatan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (7/8/2026) sore.
Pertandingan yang mempertemukan kesebelasan Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati H. Subandi melawan tim DPRD Sidoarjo yang dipimpin Ketua DPRD Abdilah Nasih tersebut berlangsung produktif. Diwarnai peragaan taktik yang dinamis, tim DPRD Sidoarjo berhasil mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.
Dalam laga tersebut, Bupati Subandi memimpin langsung skuad Pemkab yang diperkuat oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di sisi lain, Abdilah Nasih menggalang kekuatan bersama para anggota legislatif. Tim DPRD tampil dominan lewat efektivitas serangan yang menghasilkan tiga gol ke gawang Pemkab yang dikawal Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Skuad Pemkab sempat memperkecil kedudukan melalui torehan gol Kepala Dinas Perhubungan sebelum wasit menyudahi pertandingan.
Di balik tensi kompetisi di lapangan hijau, Bupati Subandi menekankan bahwa agenda olahraga bersama ini memegang peranan simbolis yang krusial dalam merawat harmoni kelembagaan.
Menurutnya, fondasi komunikasi yang cair di luar forum formal dapat mentransformasi hubungan kerja eksekutif dan legislatif menjadi jauh lebih konstruktif.
“Olahraga bersama ini merupakan manifestasi kekompakan serta komitmen kerja sama yang solid antara Pemkab dan DPRD Sidoarjo,” tutur Bupati Subandi usai laga.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi program pembangunan daerah sangat bergantung pada keselarasan antara fungsi eksekutif sebagai penyelenggara pemerintahan dan pelayan publik dengan fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan yang melekat pada DPRD.
“Sinergi yang kokoh dibangun atas dasar komunikasi yang terbuka, penyelarasan program strategis, serta saling menghormati wewenang masing-masing. Ruang-ruang informal seperti ini menjadi katalis penting untuk mencairkan suasana kerja, sehingga koordinasi dalam perencanaan hingga pengawasan pembangunan dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.
Melalui pendekatan kemitraan yang humanis dan adaptif ini, Pemkab serta DPRD Sidoarjo menegaskan komitmen bersama untuk terus menjaga stabilitas politik daerah dan menyelaraskan visi pembangunan demi kepentingan publik.
















