Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Olahraga

‘Ngalam Asyik’, Hadirkan Cris John Bakal Ramaikan Ekosistem Olahraga dan Pariwisata

85
×

‘Ngalam Asyik’, Hadirkan Cris John Bakal Ramaikan Ekosistem Olahraga dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan usai menghadiri pembukaan Turnamen Futsal di GOR Ken Arok

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Pemerintah Kota Malang terus menguatkan identitas olahraga dan pariwisata melalui program Dasa Bakti Unggulan “Ngalam Asyik”.

Setelah dikenal dengan konsep 3B : Bal-balan, Band-bandnan, Balapan, kini program tersebut diperluas menjadi 5B dengan hadirnya Bantengan dan Bogem-bogeman (Tinju).

Example 300x600

Penambahan dua unsur tersebut tidak sekadar memperkaya kalender event, tetapi juga membuka ruang baru bagi seni tradisional dan olahraga profesional untuk tumbuh berdampingan di Kota Malang.

Komitmen paling serius saat ini diarahkan pada kebangkitan olahraga tinju. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Pemkot Malang ingin mengembalikan masa kejayaan tinju yang pernah melahirkan petinju-petinju nasional.

Momentum itu dimulai dengan kehadiran mantan juara dunia kelas bulu, Chris John, dalam ekshibisi tinju di Malang Sport Center bersama komunitas Malang Thai Fusion.

“Dengan hadirnya Chris John di Kota Malang, kami berharap olahraga tinju kembali bangkit. Dulu Kota Malang sangat dikenal sebagai daerah yang melahirkan petinju-petinju nasional. Mudah-mudahan ekshibisi ini memotivasi lahirnya atlet-atlet baru yang berprestasi hingga tingkat nasional,” ujar Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, di sela pembukaan kejuaraan futsal antarpelajar di GOR Ken Arok, Jumat (7/8/2026).

Menurut Arif, kebangkitan tinju tidak boleh berhenti pada seremoni. Pemkot bersama KONI Kota Malang tengah menyusun konsep pengembangan berkelanjutan yang mencakup pembinaan atlet, regenerasi, penyediaan fasilitas, hingga kompetisi rutin.

GOR Ken Arok diusulkan menjadi salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan tinju tingkat regional maupun nasional. “GOR Ken Arok memiliki fasilitas yang representatif. Tinggal menyiapkan ring tinju sehingga pertandingan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat maupun melalui siaran televisi dan media digital. Kami ingin Kota Malang dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan tinju di Indonesia,” jelasnya.

Agar pembinaan berjalan terstruktur, Disporapar juga menggandeng dunia pendidikan. Universitas Brawijaya telah membuka ruang pengembangan tinju, dan komunikasi dengan perguruan tinggi lain masih berlangsung. Harapannya, sekolah-sekolah juga ikut memberikan ruang bagi pembinaan sejak usia dini.

Para legenda tinju asal Kota Malang juga akan dikumpulkan untuk berperan dalam pembinaan. “Pengalaman mereka akan menjadi modal penting dalam mencetak generasi petinju baru. Mental juara dan karakter disiplin harus ditransfer ke generasi muda,” kata Arif.

Persoalan fasilitas latihan juga mendapat perhatian. Pemkot tengah mengkaji penyediaan tempat latihan permanen di ruang kosong lantai dua Islamic Center. Lokasi permanen ini dinilai penting agar komunitas dan atlet memiliki basis untuk berlatih, membangun komunitas, dan mempersiapkan kejuaraan tanpa harus bongkar-pasang ring.

Arif optimistis, dengan kolaborasi pemerintah, KONI, komunitas, legenda, dan dunia pendidikan, Kota Malang dapat kembali diperhitungkan dalam pembinaan tinju nasional.

Lebih jauh, konsep 5B dalam “Ngalam Asyik” diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif. Pertandingan tinju yang digelar rutin tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga daya tarik wisata yang mendatangkan penonton dan wisatawan.

“Harapan kami, pertandingan tinju nantinya dapat digelar secara rutin di Kota Malang. Dari sana akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu mengembalikan kejayaan tinju Kota Malang di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Arif.

Dengan perluasan konsep 5B, “Ngalam Asyik” kini tak hanya bicara soal hiburan. Ia menjadi ruang tumbuh bagi olahraga, seni, pendidikan, dan industri event yang menguatkan karakter Kota Malang sebagai kota kreatif dan berprestasi.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *