Example floating
Example floating
Example 728x250
Lifestyle

Ruwat Agung Soekarno di Kediri, Mengenang Nama Proklamator

73
×

Ruwat Agung Soekarno di Kediri, Mengenang Nama Proklamator

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Suasana khidmat menyelimuti Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6/2026).

Ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti Ruwat Agung Soekarno, sebuah agenda kebudayaan yang digelar untuk mengenang sekaligus mensyukuri peristiwa pergantian nama Koesno menjadi Soekarno.

Example 300x600

Bagi sebagian orang, pergantian nama itu mungkin hanya bagian dari kisah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia.

Namun bagi pengelola Situs Persada Soekarno, peristiwa tersebut memiliki makna jauh lebih besar karena dianggap sebagai simbol transformasi jati diri yang kemudian melahirkan sosok pemimpin besar bangsa.

Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri, Kushartono, mengatakan, masyarakat Indonesia mengenal Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan, tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa ia lahir dengan nama Koesno sebelum akhirnya berganti nama menjadi Soekarno di Kediri.

“Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian penyebutan, tetapi simbol perubahan karakter dan transformasi jati diri. Dari seorang anak yang dianggap rapuh menjadi sosok yang kemudian dikenal dunia sebagai Bung Karno,” ujarnya.

Menurut Kushartono, Ruwat Agung Soekarno menjadi bentuk rasa syukur atas lahirnya nama Soekarno yang kemudian melekat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya berisi ritual budaya, tetapi juga doa lintas agama sebagai simbol persatuan.

Dalam rangkaian acara, panitia meresmikan papan penanda sejarah pergantian nama Koesno menjadi Soekarno serta patung Soekarno kecil yang menjadi simbol lahirnya semangat baru sang Proklamator.

“Kalau tidak ada pergantian nama itu, mungkin sejarah tidak mengenal Soekarno seperti sekarang. Karena itu yang kita lakukan hari ini adalah mengenang sekaligus mensyukuri peristiwa penting tersebut,” katanya.

Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangkitkan semangat generasi muda.

Kushartono menilai Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki ketangguhan mental dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia menyebut semangat transformasi dari Koesno menjadi Soekarno relevan dengan kondisi saat ini, ketika generasi muda menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, hingga ideologi.

“Bagaimana anak-anak muda yang hari ini mungkin masih merasa lemah, tidak percaya diri, atau kehilangan arah, bisa bertransformasi menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter seperti Soekarno,” ujarnya.

Melalui Ruwat Agung Soekarno, Situs Persada Soekarno berharap semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno terus hidup di tengah masyarakat.

Dari tempat yang diyakini menjadi saksi lahirnya nama Soekarno, mereka ingin menyalakan kembali api karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin lahir generasi penerus yang berjiwa Soekarno, mencintai bangsanya, memiliki keberanian, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang disegani serta menjadi pelopor perdamaian dunia,” tutup Kushartono.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *