Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaLifestyle

Ketua PARFI Kediri Sambut Usulan 1.000 Bioskop Desa, Dinilai Bisa Buka Jalan Baru bagi Perfilman Daerah

55
×

Ketua PARFI Kediri Sambut Usulan 1.000 Bioskop Desa, Dinilai Bisa Buka Jalan Baru bagi Perfilman Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri, Ellya Destiara Permata, menyambut positif usulan pembangunan 1.000 bioskop desa yang diwacanakan anggota DPR RI.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi peluang baru untuk menghidupkan ekosistem perfilman daerah sekaligus membuka ruang lebih besar bagi sineas lokal menampilkan karya mereka.

Example 300x600

Ellya menilai, selama ini banyak pelaku perfilman di daerah memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Namun, keterbatasan ruang apresiasi dan distribusi karya masih menjadi tantangan yang dihadapi para sineas lokal.

“Seperti di Kediri ini sebenarnya banyak sineas-sineas yang berpotensi dan membutuhkan ruang untuk mempertemukan karya terbaik mereka kepada penonton. Karena itu, wacana bioskop desa ini saya rasa menjadi harapan baru bagi para sineas yang berproses di daerah,” ujar Ellya, Senin (25/5/2026).

Perempuan yang juga menjadi salah satu pengurus IJTI Korda Kediri itu mengatakan, keberadaan bioskop desa tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fasilitas hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi pemicu tumbuhnya industri kreatif berbasis lokal.

Menurut dia, semakin terbukanya ruang pemutaran karya akan mendorong para pembuat film daerah untuk terus meningkatkan kualitas produksi mereka.

“Ini juga menjadi tantangan baru bagi sineas di daerah agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menghasilkan karya yang lebih baik, lebih kreatif, dan lebih variatif,” katanya.

Sebagai ketua PARFI Kediri yang baru terpilih, Ellya mengaku telah menyiapkan langkah awal untuk memperkuat basis perfilman lokal. Salah satunya melalui pemetaan kemampuan dan potensi anggota.

Ia menyebut, proses tersebut penting dilakukan untuk mengetahui sumber daya yang dimiliki komunitas perfilman di Kediri, mulai dari bidang kamera, editing, penulisan skenario, hingga sektor produksi lainnya.

“Yang pasti saya akan berkoordinasi dengan anggota untuk memetakan potensi-potensi yang ada. Misalnya siapa yang memiliki kemampuan sebagai kameramen, editor, atau bidang lainnya, untuk kemudian dibentuk menjadi sebuah tim. Setelah itu kami akan menjalin koordinasi dengan pihak eksternal,” ujarnya.

Ellya menambahkan, berkembangnya industri perfilman di daerah berpotensi membawa dampak ekonomi yang lebih luas. Menurut dia, pertumbuhan industri kreatif kerap berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya meningkatkan peluang kerja dan pendapatan pelaku perfilman, kehadiran bioskop maupun aktivitas industri kreatif lainnya juga bisa memunculkan perputaran ekonomi baru di lingkungan sekitar.

“Kalau ini bisa berjalan, tidak hanya membantu sineas daerah untuk berkembang, tetapi juga dapat ikut memajukan perekonomian di desa,” tuturnya.

Ia berharap, wacana pembangunan bioskop desa nantinya disertai dukungan nyata terhadap pengembangan kapasitas sineas daerah, sehingga pelaku film lokal tidak hanya menjadi penonton perubahan, melainkan ikut menjadi bagian utama dalam pertumbuhan industri perfilman nasional dari daerah.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *