Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Sebut Jurnalis “Londo Ireng”, Presiden Prabowo Didesak Minta Maaf

33
×

Sebut Jurnalis “Londo Ireng”, Presiden Prabowo Didesak Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Ratusan Jurnalis Se-Malang Raya saat menyampaikan Aspirasinya di Sekitar Tugu Kota Malang (doc agustin JT.COM)
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyebut jurnalis sebagai “londo ireng” terus menuai aksi protes dari berbagai daerah. Ratusan jurnalis se-Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Tugu Kota Malang, Senin (27/7/2026).

Dalam aksinya, ratusan jurnalis dari berbagai lintas organisasi pers membawa poster berisi penolakan disebut sebagai “londo ireng”. Mereka juga membentangkan potret pahlawan nasional W.R. Supratman.

Example 300x600

Langkah ini dilakukan sebagai simbol untuk mengingatkan publik bahwa pencipta lagu Indonesia Raya tersebut memiliki latar belakang sebagai seorang jurnalis.

Salah satu perwakilan aksi Benni Indo,  menegaskan bahwa apa yang disampaikan Prabowo Subianto tersebut sangat tidak beralasan dan menyakiti insan pers.

“Apabila istilah ‘londo ireng’ diarahkan kepada jurnalis, maka secara tidak langsung hal itu juga mencederai kehormatan tokoh-tokoh pers Indonesia,” tegas Benni.

Dinilai Bentuk Intimidasi dan Sikap Antikritik

Benni menilai ucapan Presiden merupakan bentuk perundungan sekaligus intimidasi terhadap profesi jurnalis. Oleh karena itu, ia mendesak Presiden untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena pernyataan tersebut dinilai telah menyinggung insan pers.

Ia juga secara tegas mengkritik tuduhan Kepala Negara yang menyebut media bekerja demi agenda luar negeri.

“Pernyataan yang menyebut jurnalis bekerja untuk kepentingan asing itu tidak memiliki dasar yang jelas,” ujar Benni.

Menurut Benni, ucapan Prabowo tersebut disampaikan secara emosional tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap profesi wartawan. Hal ini sekaligus menguatkan anggapan masyarakat terkait sikap pemerintah yang cenderung antikritik.

“Jurnalis bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Pentingnya Transparansi dan Kebebasan Pers

Di sisi lain, Benni menilai pemerintah seharusnya lebih mengedepankan transparansi dalam menjelaskan setiap kebijakan daripada melontarkan tuduhan yang berpotensi memecah belah.

Ia menjelaskan bahwa informasi merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, kebebasan pers harus dijaga agar masyarakat tetap memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang.

Benni berharap Presiden Prabowo Subianto mau kembali mempelajari sejarah nasional. Langkah ini penting mengingat banyak pahlawan Indonesia yang lahir dari kalangan jurnalis, termasuk W.R. Supratman.

“Semoga peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menghormati kebebasan pers, serta tidak lagi memberikan pernyataan yang dinilai mengintimidasi jurnalis dan pekerja media,” pungkas Benni.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *