JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Bertajuk “Humanity & Social Justice”, Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya resmi mengikrarkan keberadaannya di Hotel Trio Indah 2, Kota Malang, Minggu (9/8/2026) malam.
Organisasi Masyarakat (ormas) berbasis spiritual dan kemanusiaan ini menegaskan posisinya sebagai lembaga independen yang tak pandang bulu dalam mengusut kasus hukum, sekaligus siap memperkuat sinergi penegakan hukum bersama jajaran kepolisian.
Penasihat Yakuza Maneges, Dr. Drs. Mohamad Sinal, S.H., M.H., M.Pd., menyampaikan amanat langsung dari Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., hasil pertemuan resmi di Mabes Polri pada 30 Juli 2026.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual serta kepatuhan terhadap prosedur hukum resmi yang berlaku di tingkat polres maupun satreskrim.
“Pesan Pak Wakapolri tegas: sampaikan informasi ke pihak berwenang, jaga bukti jangan sampai direkayasa, lindungi saksi jangan diarahkan, dan selesaikan persoalan lewat hukum. Kita tidak boleh mundur dalam menegakkan kebenaran,” ujar Sinal di hadapan para pengurus dan perwakilan Forkopimda yang hadir.
Sinal menambahkan, seluruh jajaran Yakuza Maneges wajib terus berkoordinasi dengan penyidik aparat penegak hukum di daerah tanpa melakukan tekanan-tekanan yang menyelewengkan kebenaran.
Di sisi lain, Yakuza Maneges menegaskan keberanian dan mentalitas organisasinya yang pantang mundur dalam menghadapi ketidakadilan di tengah masyarakat.
Melalui pembacaan deklarasi yang dipimpin Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges Moh. Zaki, organisasi ini merumuskan visi utama untuk menjaga yang lemah, membela yang benar, dan membenahi yang salah.
“Yakuza Maneges bergerak dengan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar. Kami adalah organisasi nonpartisan yang siap memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama sekalipun jika terbukti bersalah,” tegas pria yamg akrab disapa Zacky Chong ini.
Zaki menjelaskan, istilah “gas tanpa ampun” yang diusung organisasi bermakna ketegasan tanpa kompromi saat berhadapan dengan kebatilan. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan jalur hukum formal dan kemitraan strategis.
Yakuza Maneges siap memberikan pendampingan hukum, fisik, maupun psikis bagi masyarakat yang terzalimi tanpa memandang latar belakang, serta berkolaborasi bersama TNI, Polri, tim advokat, LSM, media, hingga perguruan silat.
“Guna menjaga integritas dan nama baik, organisasi menerapkan kode etik ketat bagi seluruh anggota, seperti larangan keras terlibat aksi kriminal, KDRT, serta penggunaan atribut organisasi untuk kepentingan politik praktis maupun kampanye,” pungkasnya.
















