Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Fokus Selamatkan Sumber Daya Air dan Keselamatan Hutan, Perhutani KPH Pasuruan Bersama FPN Tekan MoU

88
×

Fokus Selamatkan Sumber Daya Air dan Keselamatan Hutan, Perhutani KPH Pasuruan Bersama FPN Tekan MoU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Perum Perhutani KPH Pasuruan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Dewan Majelis Nasional Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN) terkait upaya menjaga, memulihkan, dan mengonservasi sumber daya air demi kelestarian hutan di kawasan KPH Pasuruan.

 

Example 300x600

Penandatanganan dilakukan di Kantor Perhutani KPH Pasuruan, Terusan Kawi, Malang. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

 

Jajaran Perhutani bersama pengurus FPN tampak serius membahas kondisi sumber daya air yang dinilai semakin memerlukan perhatian bersama, khususnya di kawasan hutan penyangga sumber mata air.

 

Administratur KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, didampingi Kasi Perencanaan, Kasi Hugra, serta Asper Tosari Amir, menyampaikan apresiasi kepada FPN atas sinergi yang dibangun dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dan sumber daya air.

 

Ivan menegaskan, persoalan air saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun Perhutani semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

“Perhutani KPH Pasuruan sangat mengapresiasi langkah dan kepedulian FPN. Sinergi seperti ini penting untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan sumber air tetap tersedia bagi masyarakat hari ini maupun generasi mendatang,” ujar Ivan Cahyo Susanto.

 

Ivan menyebut bahwa ruang lingkup nota kesepahaman tersebut meliputi pembangunan kesadaran etika sosial, kesadaran hukum, serta penyelesaian persoalan pemanfaatan sumber air di kawasan hutan dalam pengelolaan KPH Pasuruan.

 

Selain itu, kerja sama juga mencakup penyuluhan dan kampanye publik mengenai pentingnya menjaga sumber daya air dan kawasan tangkapan air (catchment area) di wilayah hutan KPH Pasuruan.

 

Menurut Ivan, kerja sama tersebut juga menjadi langkah konkret dalam mitigasi krisis air yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

 

“Ke depan kami akan melakukan identifikasi ulang serta penertiban legalitas pemanfaatan air, termasuk Surat Izin Pengusahaan Air (SIPA), agar pemanfaatan sumber daya air tetap sesuai aturan dan tidak merusak ekosistem kawasan hutan,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan itu hadir Ketua Umum Formasy Praja Nusantara Dodik Purwoko, S.P., Ketua FPN DMD Pasuruan Raya Romsul Hasbawi, Divisi Investigasi Taufik Hidayat, Ketua FPN DMD Kota Batu Yoyok Yuliono, serta Divisi Lingkungan dan SDA DMD Kota Batu Warsito atau yang akrab disapa Pitik.

 

Ketua Umum Formasy Praja Nusantara, Dodik Purwoko, menyampaikan rasa syukur atas respons cepat dan komunikatif dari jajaran Perhutani KPH Pasuruan dalam merespons persoalan krisis air melalui penandatanganan MoU tersebut.

 

“MoU ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk keseriusan bersama dalam menjaga ketersediaan air di kawasan hutan. Kalau sumber air rusak, dampaknya akan dirasakan masyarakat luas,” kata Dodik Purwoko.

 

Dodik menambahkan, kerja sama tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Kadivre Perhutani Jawa Timur Wawan Triwibowo untuk mendukung gerakan konservasi air yang selama ini digaungkan FPN.

“Kami ingin ada ketertiban dan kepatuhan hukum dalam pemanfaatan air. Negara harus hadir menjaga kedaulatan atas sumber daya air agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan,” tandasnya.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *