Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Karhutla Kawinajang Meluas, Pemadaman via Udara Digencarkan

54
×

Karhutla Kawinajang Meluas, Pemadaman via Udara Digencarkan

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, BATU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sabana antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang masih dalam penanganan.

Titik api yang kembali terpantau hingga Minggu (13/9/2026) malam mendorong penguatan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara.

Example 300x600

Kapolres Batu Polda Jatim AKBP Dr. Aris Purwanto memimpin langsung apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.15 hingga 08.40 WIB tersebut menjadi momentum konsolidasi personel gabungan sekaligus memastikan kesiapan menghadapi potensi meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca dan angin yang berubah-ubah.

Sekitar 50 personel diterjunkan dalam operasi penanganan. Mereka berasal dari unsur TNI Kodim 0818 Malang, Polres Batu, BPBD Kabupaten Malang, Perum Perhutani KPH Malang, Pemerintah Desa Pujon Kidul, DLH Kabupaten Malang, serta relawan.

Turut hadir sejumlah pejabat, antara lain jajaran PJU Polres Batu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko, Asper/KBKPH Pujon Pramudianto, Waka KPH Malang Barat Talis Raharjo, serta Kepala Dusun Tulungrejo Siono.

Dalam arahannya, AKBP Aris menegaskan bahwa jajaran TNI-Polri bersama instansi terkait telah berada dalam status siaga darurat sejak 30 Agustus 2026.

Dengan masih munculnya titik api, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil risiko di luar perhitungan keselamatan.

Menurut Aris, kondisi medan, jalur pergerakan, cuaca, hingga validitas informasi titik api harus menjadi pertimbangan utama sebelum petugas mengambil tindakan.

“Personel harus mengetahui jalur, cuaca, dan medan di lokasi. Kita juga harus mendapatkan informasi yang valid mengenai titik api agar langkah penanganan tepat dan kebakaran tidak meluas,” tegasnya.

Ia meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi dan bergerak berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Penjagaan di posko juga diperketat untuk mencegah masyarakat maupun pihak lain memasuki kawasan hutan yang masih berisiko.

Aris mengingatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan karena kondisi api dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kita tidak boleh lengah. Jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang dilakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengungkapkan salah satu kendala utama pemadaman adalah kencangnya embusan angin.

Kondisi tersebut dapat membuat bara yang sebelumnya padam kembali menyala dan memicu titik api baru.

Sebagai langkah percepatan, operasi pemadaman melalui udara menggunakan water bombing mulai dilakukan pada Senin sekitar pukul 07.30 WIB.

“Hari ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara,” kata Kelik.

Menurutnya, strategi pemadaman dilakukan dengan mengombinasikan penanganan di darat dan dukungan udara.

Namun, seluruh personel tetap diminta memperhitungkan kondisi medan serta perubahan cuaca saat melakukan operasi.

Kencangnya angin menjadi faktor yang harus diwaspadai karena dapat membawa bara menuju area lain.

Oleh sebab itu, pemantauan terhadap perkembangan titik api terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sementara itu, Ps. Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman mengatakan operasi tidak hanya diarahkan pada kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang.

Koordinasi juga diperkuat dengan wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila arah angin membawa dampak terhadap kawasan lain di sekitar lokasi kebakaran.

Petugas sekaligus mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan agar tidak memasuki maupun melakukan aktivitas di dalam kawasan tersebut selama proses penanganan berlangsung.

Pembatasan aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk melindungi masyarakat sekaligus memastikan petugas dapat melakukan pemadaman dengan aman dan efektif.

Dengan dukungan personel gabungan di lapangan, koordinasi lintas wilayah, serta pengerahan water bombing, upaya pengendalian karhutla di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang terus dilakukan.

Operasi difokuskan untuk menekan titik api, mencegah bara kembali meluas, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap kawasan hutan dan masyarakat di sekitarnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *