Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkot Malang Perkuat Koperasi dan UMKM

102
×

Pemkot Malang Perkuat Koperasi dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Walikota Malang Wahyu Hidayat perkuat Koperasi dan UMKM (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat koperasi dan UMKM. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penguatan tersebut berjalan melalui kolaborasi sektor ekonomi kreatif. Selain itu, Pemkot mendorong transformasi digital dan pengembangan potensi usaha warga.

Example 300x600

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan strategi tersebut di Jakarta. Ia berbicara dalam agenda CNN Indonesia Business, Kamis 17 September 2026.

Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Wahyu menegaskan koperasi memiliki posisi strategis. Koperasi menjadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kota Malang.

Karena itu, keberadaan koperasi tidak cukup hanya dipertahankan. Koperasi perlu terus berkembang agar adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.

“Kita melihat koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang perlu terus beradaptasi dan berkembang,” kata Wahyu.

Data Diskopindag Kota Malang mencatat 418 koperasi berstatus aktif. Pemkot mendorong koperasi tersebut agar semakin produktif.

Upaya penguatan meliputi tata kelola yang lebih baik dan perluasan jejaring usaha. Pemkot juga mendorong kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, startup, dan perguruan tinggi. Selain itu, kolaborasi merangkul mahasiswa dan potensi usaha warga Malang.

Malang Creative Center Jadi Ruang Kolaborasi

Sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts, Malang memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Ekosistem ini menjadi kekuatan tambahan bagi koperasi dan UMKM.

Dalam konteks tersebut, Malang Creative Center atau MCC menjadi ruang kolaborasi utama. Berbagai subsektor ekonomi kreatif bertemu di MCC.

Subsektor tersebut meliputi kuliner, kriya, fesyen, film, musik, hingga gim. Pertemuan ini membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dari strategi. Pemkot mendorong pengembangan platform digital terintegrasi.

Platform tersebut membuat pengelolaan organisasi dan transaksi koperasi lebih transparan. Selain itu, platform mendukung pengembangan usaha para anggota.

Pelatihan Digital Branding untuk UMKM

Pemkot juga meningkatkan kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pelatihan digital branding dan marketing.

Pelatihan membekali pelaku usaha dengan kemampuan membuat konten promosi. Peserta belajar fotografi, videografi, dan pemanfaatan kanal digital untuk perluasan pasar.

Wahyu menilai kualitas produk harus beriringan dengan kemampuan branding. Produk berkualitas membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing.

“Teknologi tidak hanya menjadi platform, tetapi juga menjadi alat untuk membuka pasar, memperkuat usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Penguatan koperasi dan UMKM masuk dalam kerangka Dasabakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Program ini terimplementasi melalui program Ngalam Laris.

Salah satu wujudnya adalah program RT Berkelas. Program ini menggali dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di tingkat lingkungan.

Melalui RT Berkelas, potensi usaha warga seperti kuliner, kerajinan, dan jasa dapat berkembang. Program tidak hanya berorientasi pada fisik lingkungan.

Program juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi ekonomi warga. Kebutuhan tersebut meliputi pemasaran, legalitas usaha, akses modal, dan pemanfaatan teknologi.

“Melalui RT Berkelas, kami ingin potensi tersebut lebih mudah dikenali dan dikembangkan,” ungkapnya.

Dukung Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan

Lebih jauh, penguatan koperasi dan UMKM mendukung program nasional. Program tersebut adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, penguatan ini mendukung ketahanan pangan di Kota Malang. Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah aktivitas ekonomi anggota.

Koperasi juga dapat mengambil peran dalam rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok. Dengan peran tersebut, koperasi membuka ruang usaha baru.

Ruang usaha baru memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama.

Wahyu menegaskan pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan parsial. Pembangunan butuh keterlibatan pemerintah, koperasi, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif.

Kolaborasi lintas sektor tersebut membuat koperasi dan UMKM lebih adaptif. Selain itu, kolaborasi meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Sumber Prokopim Pemkot Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *