Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkab Malang Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

102
×

Pemkab Malang Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Bupati Malang Perkuat Komitmen Kemitraan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat kemitraan dengan Alliance to End Plastic Waste (AEPW) dalam membangun tata kelola persampahan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak sekadar menghasilkan program percontohan, tetapi mampu berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penguatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. bersama AEPW di Melati Resto, Hotel Tugu Malang, Senin (5/10) malam. Dalam forum tersebut, Sanusi menekankan pentingnya memastikan program memiliki keberlanjutan serta arah pengembangan yang terukur.

Example 300x600

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan melalui program yang bersifat sesaat. Dibutuhkan kesinambungan kebijakan, penguatan kemitraan, serta keterlibatan lintas sektor agar sistem yang dibangun mampu bertahan dan terus berkembang setelah fase awal program berakhir.

“Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Sanusi.

Sanusi mengungkapkan, implementasi program bersama AEPW sejauh ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumbernya telah menjangkau sekitar 6.000 RT yang tersebar di 12 desa di wilayah Kabupaten Malang.

Capaian tersebut tidak berhenti pada pemberian edukasi. Masyarakat mulai diarahkan untuk terlibat langsung dalam memilah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Menurut Sanusi, perubahan perilaku di tingkat masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun sistem persampahan yang efektif dan berkesinambungan.

Program yang saat ini masih berada dalam tahap pilot project tersebut diharapkan dapat terus berlangsung hingga 2027 atau 2028. Rentang waktu tersebut dinilai penting untuk memastikan model yang dikembangkan benar-benar memiliki hasil dan mekanisme yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang,” jelasnya.

Keseriusan pengembangan program tersebut juga mulai mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, disebut turut mencermati pelaksanaan program pengelolaan sampah yang dikembangkan di Kabupaten Malang.

Perhatian tersebut sekaligus membuka peluang bagi Kabupaten Malang untuk berkembang menjadi salah satu daerah rujukan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, Sanusi mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh partisipasi masyarakat, melainkan juga kesiapan infrastruktur pendukung.

Ketersediaan sarana dan prasarana, termasuk lahan untuk menunjang aktivitas pengangkutan dan pengelolaan sampah, menjadi bagian yang perlu dipastikan sejak awal. Infrastruktur yang memadai akan menentukan efektivitas sistem sekaligus menjaga agar rantai pengelolaan sampah berjalan dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program bersama AEPW. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Pemkab Malang mendukung sepenuhnya program ini. Harapannya, program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkap Budiar.

Ke depan, Pemkab Malang berharap pengalaman yang diperoleh melalui program bersama AEPW dapat menjadi pembelajaran sekaligus referensi bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah. Model tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta kemampuan masing-masing wilayah.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra strategis diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan tata kelola persampahan yang lebih sistematis. Dengan pendekatan tersebut, Kabupaten Malang tidak hanya berupaya mengurangi persoalan sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)

 

 

Sumber Prokopim Pemkab Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *