JATIMTERBARU.COM, SURABAYA – Penguatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pencapaian akademik. Kemampuan memimpin, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta beradaptasi terhadap perubahan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki ruang profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Kesadaran tersebut menjadi bagian dari perhatian Program Studi Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur melalui Pelatihan Kepemimpinan bagi Mahasiswa yang digelar pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimiliki. Tidak hanya diarahkan untuk mampu tampil percaya diri, peserta juga dibekali kemampuan membangun komunikasi yang efektif, bekerja bersama orang lain, menyikapi persoalan secara konstruktif, serta menentukan keputusan secara tepat.
Pelatihan menghadirkan Dewi Utari, S.E., C.NLP. sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menekankan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata berkaitan dengan posisi atau jabatan, melainkan kemampuan untuk memengaruhi, menggerakkan, dan mengambil tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif. Mahasiswa tidak ditempatkan sebagai penerima materi secara pasif, tetapi dilibatkan melalui diskusi dan sejumlah aktivitas yang mendorong mereka untuk berani menyampaikan pandangan, berinteraksi, sekaligus menguji kemampuan dalam menghadapi berbagai situasi.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemampuan kepemimpinan tidak selalu terbentuk hanya melalui pemahaman konseptual. Pengalaman berkomunikasi, bekerja sama, menghadapi perbedaan pandangan, hingga menentukan pilihan dalam suatu persoalan menjadi proses yang turut membentuk karakter seorang pemimpin.
Bagi Program Studi Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur, pengembangan kompetensi mahasiswa perlu berjalan seimbang dengan pembentukan karakter. Integritas, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri, sikap adaptif, serta tanggung jawab sosial menjadi modal yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi dinamika dunia kerja dan kehidupan publik yang terus berkembang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai individu yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian mengambil peran dan tanggung jawab di tengah lingkungan organisasi maupun masyarakat.
Pada akhirnya, pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Administrasi Publik yang mampu membaca perubahan, merespons tantangan secara matang, serta menghadirkan gagasan dan kontribusi yang memberikan nilai positif bagi lingkungan di sekitarnya.
















