JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo H. Subandi mendesak kontraktor mempercepat betonisasi Jalan Gedangan-Betro yang menelan anggaran sekitar Rp23 miliar. Progres pekerjaan yang tertinggal hampir 10 persen dari target menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Subandi menargetkan proyek tersebut rampung pada Desember 2026 sekaligus mendorong normalisasi sungai untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.
Subandi meninjau langsung lokasi proyek melalui inspeksi mendadak (sidak), Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Kabupaten Sidoarjo Mukhammad Makhmud, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, dan pelaksana proyek mengevaluasi progres serta mengidentifikasi kendala yang menghambat pekerjaan.
Kejar Target Penyelesaian Desember 2026
Subandi menyoroti selisih antara progres aktual dan target pelaksanaan. Ia meminta kontraktor meningkatkan produktivitas, menyusun strategi percepatan, dan memperkuat koordinasi agar keterlambatan tidak mengganggu jadwal penyelesaian proyek.
“Masih ada deviasi 10 persen dari target yang harus dicapai hampir 34 persen dan bulan Desember 2026 harus selesai,” ujar Subandi.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan pengendalian mutu. Pemerintah daerah juga perlu memastikan infrastruktur pendukung berfungsi optimal agar masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas dari proyek tersebut.
Betonisasi Jalan Diiringi Normalisasi Sungai
Subandi meminta dinas terkait mengoordinasikan betonisasi jalan dengan normalisasi sungai di sekitar lokasi. Menurutnya, pembenahan kedua infrastruktur itu secara terpadu dapat meningkatkan kualitas akses jalan sekaligus memperlancar aliran air.
“Anggaran jalan ini kurang lebih Rp23 miliar. Kalau sudah dilakukan pembangunan, sekalian kita benahi sungainya agar normalisasi juga berjalan. Harapan kita, jalannya bagus dan normalisasi sungai juga terlaksana,” katanya.
Saat meninjau lapangan, Subandi juga menemukan sejumlah persoalan yang berpotensi memperlambat pekerjaan, termasuk keberadaan kabel optik dan jaringan lampu. Ia meminta kontraktor segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani utilitas tersebut tanpa mengganggu jadwal konstruksi.
Selain itu, Subandi menyoroti keberadaan warung, kedai kopi, dan bangunan di sepanjang jalur proyek. Ia meminta pihak terkait menata kawasan tersebut sesuai ketentuan dan perencanaan agar kontraktor memiliki ruang kerja yang memadai untuk menyelesaikan betonisasi serta mendukung normalisasi sungai.
Perketat Pengawasan dan Evaluasi Mingguan
Untuk mengejar ketertinggalan progres, Subandi meminta PPK dan konsultan pengawas mengevaluasi pekerjaan setiap pekan. Ia juga menginstruksikan pembaruan data melalui sistem e-Kenda agar pemerintah dapat memantau perkembangan proyek, mengukur pencapaian target, dan segera menentukan langkah korektif.
“Kalau masih ada deviasi, harus segera dicarikan solusi bersama. PPK dan konsultan pengawas harus terus berkoordinasi serta mengevaluasi perkembangan pekerjaan setiap minggu. Saya ingin pembangunan ini selesai tepat waktu, tidak molor karena kurangnya koordinasi,” tegasnya.
Subandi mengingatkan kontraktor agar memenuhi target pekerjaan, menjaga standar mutu, dan mematuhi ketentuan kontrak. Jika pelaksana melanggar kewajibannya, pihak terkait harus memberikan teguran sesuai prosedur dan regulasi. Ia menekankan bahwa pengawasan konsisten menjadi kunci untuk menjaga kualitas konstruksi sekaligus mencegah keterlambatan.
Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan
Subandi mengajak masyarakat mendukung proses betonisasi dan penataan kawasan di sekitar proyek. Ia menilai sinergi pemerintah, kontraktor, dan warga dapat memperlancar pekerjaan sekaligus membantu penanganan persoalan lingkungan.
Melalui pembangunan jalan dan normalisasi sungai secara terpadu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, memperlancar aliran air, dan menekan risiko genangan di kawasan Gedangan-Betro.
















