Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Teknik Injeksi Jinakkan Bara Api Supit Urang

92
×

Teknik Injeksi Jinakkan Bara Api Supit Urang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, hingga Jumat (23/10/2026). Memasuki hari ketiga penanganan, petugas memusatkan upaya pada bara api yang masih bertahan di bagian dalam tumpukan sampah.

Petugas mencatat penurunan intensitas titik api. Namun, sejumlah titik panas masih mengeluarkan asap tebal dan pekat. Tim gabungan juga memastikan kebakaran belum memunculkan perluasan area api baru.

Example 300x600

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat TPA Supit Urang memiliki dua kawasan utama, yakni old landfill seluas 8 hektare dan new landfill seluas 6 hektare. Dari total kawasan seluas 14 hektare tersebut, kebakaran diperkirakan telah berdampak pada sekitar 8 hektare.

Bara Api Masih Bertahan di Zona Old Landfill

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa petugas masih menemukan beberapa titik panas dalam pemantauan hari ketiga. Kepulan asap menjadi salah satu tanda bahwa bara api masih bertahan di sejumlah bagian tumpukan sampah.

“Intensitas titik api sudah mengalami penurunan signifikan, meski masih menyisakan beberapa titik panas. Titik tersebut berada di perbatasan Desa Jedong, Kecamatan Wagir,” ujar Pandu.

Ia menjelaskan, kawasan tengah old landfill masih menjadi fokus utama pemadaman karena memiliki intensitas titik api paling tinggi. Kondisi tersebut memicu kepulan asap tebal yang membutuhkan penanganan secara intensif.

Meski demikian, petugas terus mengendalikan situasi agar api tidak menjalar ke area lain. “Alhamdulillah tidak ada perluasan titik api,” tegas Pandu.

Teknik Injeksi Air Tembus Bagian Dalam Sampah

Petugas menghadapi tantangan saat memadamkan bara yang bersembunyi di balik lapisan gunungan sampah. Penyiraman dari permukaan saja belum tentu mampu menjangkau sumber panas di bagian terdalam.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim gabungan menerapkan teknik injeksi air. Metode ini membantu petugas mengalirkan air langsung ke bagian dalam tumpukan sampah agar proses pemadaman menjangkau titik panas secara lebih efektif.

“Teknik injeksi ini dilakukan supaya air dapat meresap langsung masuk ke bagian dalam gunungan sampah. Kami juga dibantu unit ekskavator untuk mempercepat penguraian tumpukan sampah agar pemadaman lebih efektif,” jelas Pandu.

Penggunaan ekskavator membantu petugas mengurai tumpukan sampah sehingga air dapat menjangkau bagian yang menyimpan bara. Kombinasi kedua metode tersebut menjadi langkah penting untuk menekan potensi munculnya kembali titik api.

Armada Gabungan Perkuat Operasi Pemadaman

Tim gabungan memusatkan pengerahan personel dan peralatan di bagian tengah zona old landfill. Sejumlah armada pemadam kebakaran dan kendaraan suplai air mendukung operasi tersebut.

Kekuatan yang dikerahkan meliputi tiga unit armada Damkar Kota Malang, dua unit armada suplai air dari Kementerian PUPR, satu unit armada suplai Damkar Kabupaten Malang, serta dua unit kendaraan pemadam kebakaran militer.

Seluruh unsur bekerja bersama untuk mempercepat pemadaman dan mengendalikan sisa titik panas. Petugas juga berupaya mengurangi kepulan asap pekat yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA Supit Urang.

Hingga Jumat (23/10/2026), tim gabungan masih melanjutkan penanganan di area terdampak. Fokus utama mereka tetap mengatasi bara di bagian dalam gunungan sampah, sekaligus mencegah munculnya titik api baru agar kondisi TPA Supit Urang segera terkendali.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *