Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Helikopter Bantu Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang

95
×

Helikopter Bantu Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang

Sebarkan artikel ini

MALANG KOTA – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, terus mendapat penanganan intensif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan satu unit helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara pada Minggu (25/10/2026), setelah luas area terdampak bertambah menjadi 15 hektare.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses penanganan kebakaran tersebut. Ia memastikan dukungan pemadaman udara berjalan untuk membantu petugas mengendalikan titik api di kawasan penumpukan sampah.

Example 300x600

Luas lahan yang terbakar sebelumnya mencapai 14 hektare. Namun, area terdampak kini bertambah menjadi 15 hektare, terdiri atas 7 hektare di zona old landfill atau tempat penumpukan sampah lama dan 8 hektare di zona new landfill atau area penumpukan sampah baru.

Kondisi ini mendorong petugas memperkuat strategi pemadaman. Selain mengandalkan penanganan darat, tim juga menggunakan helikopter water bombing untuk menjangkau area kebakaran yang sulit ditangani secara langsung.

Helikopter Lakukan 30 Sorti Pemadaman

Dalam operasi pada Minggu, helikopter melakukan 30 sorti atau penerbangan untuk menjatuhkan air ke area terdampak. Upaya tersebut bertujuan membantu memutus penyebaran api, terutama di bagian tumpukan sampah yang sulit dijangkau petugas darat.

Khofifah menjelaskan, pengerahan helikopter membutuhkan koordinasi dan upaya tersendiri karena sejumlah daerah juga memerlukan dukungan serupa untuk menangani bencana.

“Hari ini kami turunkan water bombing. Tentu tidak mudah untuk mendapatkannya karena sekian banyak daerah juga membutuhkan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (25/10/2026).

Menurut Khofifah, penggunaan pemadaman udara juga mempertimbangkan risiko keselamatan petugas dan relawan. Struktur tumpukan sampah yang tidak stabil dapat membahayakan personel ketika mereka melakukan penanganan langsung di titik kebakaran.

“Dampaknya cukup banyak dirasakan masyarakat luas. Ini juga membahayakan petugas dan relawan. Kalau sampai amblas, akan sangat membahayakan mereka,” tegasnya.

Karena itu, kombinasi pemadaman udara dan darat menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran. Petugas perlu menjangkau titik api sekaligus memperhatikan keamanan selama proses penanganan berlangsung.

Pemadaman Berlanjut, Cuaca Jadi Pertimbangan

Meski kobaran api mulai mereda, pemerintah belum menghentikan upaya pemadaman. Tim berencana melanjutkan operasi udara dan penanganan darat pada Senin (26/10/2026).

Pelaksanaan operasi udara tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan izin penerbangan dari Lanud Abdulrachman Saleh. Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting agar pengerahan helikopter berlangsung aman dan efektif.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menginisiasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran. Hujan yang turun pada Sabtu sore hingga malam turut mendukung proses pemadaman di kawasan TPA Supit Urang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa hujan tersebut membantu petugas dalam mengendalikan kebakaran yang masih menyisakan titik panas di area penumpukan sampah.

“Kita bersama-sama telah merasakan hujan kemarin sore dan malam, yang semakin mempercepat penanganan di TPA Supit Urang,” kata Wahyu.

Pemkot Malang Perkuat Penanganan dari Darat

Selain dukungan dari udara, Pemerintah Kota Malang terus mengoptimalkan penanganan di lapangan. Tim darat menggunakan metode injeksi air untuk menjangkau bagian dalam tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.

Pemkot Malang juga merencanakan pembongkaran gunungan sampah guna membantu petugas menemukan dan menangani titik api yang tersembunyi. Langkah ini penting karena bara di bagian dalam tumpukan dapat bertahan meskipun kobaran di permukaan mulai berkurang.

Dengan demikian, pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga pada sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Wahyu menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk menuntaskan kebakaran tersebut.

“Segala upaya sudah kami lakukan, harapan kami agar api bisa segera padam sepenuhnya,” pungkasnya.

Pengerahan helikopter water bombing, penanganan darat, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan kebakaran TPA Supit Urang. Pemerintah berharap seluruh titik api segera tertangani sehingga risiko terhadap petugas, relawan, dan masyarakat sekitar dapat ditekan.

Provinsi Jawa Timur mengerahkan satu unit helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara pada Minggu (25/10/2026), setelah luas area terdampak bertambah menjadi 15 hektare.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses penanganan kebakaran tersebut. Ia memastikan dukungan pemadaman udara berjalan untuk membantu petugas mengendalikan titik api di kawasan penumpukan sampah.

Luas lahan yang terbakar sebelumnya mencapai 14 hektare. Namun, area terdampak kini bertambah menjadi 15 hektare, terdiri atas 7 hektare di zona old landfill atau tempat penumpukan sampah lama dan 8 hektare di zona new landfill atau area penumpukan sampah baru.

Kondisi ini mendorong petugas memperkuat strategi pemadaman. Selain mengandalkan penanganan darat, tim juga menggunakan helikopter water bombing untuk menjangkau area kebakaran yang sulit ditangani secara langsung.

Helikopter Lakukan 30 Sorti Pemadaman

Dalam operasi pada Minggu, helikopter melakukan 30 sorti atau penerbangan untuk menjatuhkan air ke area terdampak. Upaya tersebut bertujuan membantu memutus penyebaran api, terutama di bagian tumpukan sampah yang sulit dijangkau petugas darat.

Khofifah menjelaskan, pengerahan helikopter membutuhkan koordinasi dan upaya tersendiri karena sejumlah daerah juga memerlukan dukungan serupa untuk menangani bencana.

“Hari ini kami turunkan water bombing. Tentu tidak mudah untuk mendapatkannya karena sekian banyak daerah juga membutuhkan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (25/10/2026).

Menurut Khofifah, penggunaan pemadaman udara juga mempertimbangkan risiko keselamatan petugas dan relawan. Struktur tumpukan sampah yang tidak stabil dapat membahayakan personel ketika mereka melakukan penanganan langsung di titik kebakaran.

“Dampaknya cukup banyak dirasakan masyarakat luas. Ini juga membahayakan petugas dan relawan. Kalau sampai amblas, akan sangat membahayakan mereka,” tegasnya.

Karena itu, kombinasi pemadaman udara dan darat menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran. Petugas perlu menjangkau titik api sekaligus memperhatikan keamanan selama proses penanganan berlangsung.

Pemadaman Berlanjut, Cuaca Jadi Pertimbangan

Meski kobaran api mulai mereda, pemerintah belum menghentikan upaya pemadaman. Tim berencana melanjutkan operasi udara dan penanganan darat pada Senin (26/10/2026).

Pelaksanaan operasi udara tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan izin penerbangan dari Lanud Abdulrachman Saleh. Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting agar pengerahan helikopter berlangsung aman dan efektif.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menginisiasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran. Hujan yang turun pada Sabtu sore hingga malam turut mendukung proses pemadaman di kawasan TPA Supit Urang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa hujan tersebut membantu petugas dalam mengendalikan kebakaran yang masih menyisakan titik panas di area penumpukan sampah.

“Kita bersama-sama telah merasakan hujan kemarin sore dan malam, yang semakin mempercepat penanganan di TPA Supit Urang,” kata Wahyu.

Pemkot Malang Perkuat Penanganan dari Darat

Selain dukungan dari udara, Pemerintah Kota Malang terus mengoptimalkan penanganan di lapangan. Tim darat menggunakan metode injeksi air untuk menjangkau bagian dalam tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.

Pemkot Malang juga merencanakan pembongkaran gunungan sampah guna membantu petugas menemukan dan menangani titik api yang tersembunyi. Langkah ini penting karena bara di bagian dalam tumpukan dapat bertahan meskipun kobaran di permukaan mulai berkurang.

Dengan demikian, pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga pada sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Wahyu menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk menuntaskan kebakaran tersebut.

“Segala upaya sudah kami lakukan, harapan kami agar api bisa segera padam sepenuhnya,” pungkasnya.

Pengerahan helikopter water bombing, penanganan darat, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan kebakaran TPA Supit Urang. Pemerintah berharap seluruh titik api segera tertangani sehingga risiko terhadap petugas, relawan, dan masyarakat sekitar dapat ditekan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *