Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Wabup Mimik Awasi Ketat Proyek RSUD Notopuro

86
×

Wabup Mimik Awasi Ketat Proyek RSUD Notopuro

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memperketat pengawasan proyek pembangunan RSUD R.T. Notopuro. Saat menyidak pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih, Senin (26/10/2026), ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas konstruksi hingga pekerjaan rampung.

Proyek senilai Rp8,6 miliar itu menargetkan penyelesaian pada Desember 2026. Karena itu, Mimik meminta kontraktor menjaga ritme pekerjaan sekaligus mematuhi spesifikasi teknis. Ia menolak segala upaya yang mengorbankan mutu demi mengejar target waktu.

Example 300x600

Mimik juga mengingatkan pelaksana agar menggunakan material sesuai standar. Menurutnya, setiap bahan bangunan harus memenuhi persyaratan teknis dan mendukung keamanan konstruksi.

Progres Proyek Ditargetkan Capai 10 Persen

Mimik meninjau langsung perkembangan proyek bersama jajaran Inspektorat Kabupaten Sidoarjo dan Plt. Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati.

Melalui sidak tersebut, ia memeriksa kemajuan pekerjaan sekaligus mencocokkan pelaksanaan proyek dengan spesifikasi yang berlaku.

“Di sini sedang berlangsung pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih yang nantinya akan menambah sekitar 30 unit kamar. Setelah kami cek, pekerjaan sudah on progress dan sejauh ini sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” kata Mimik.

Ia menyebut progres pembangunan telah mencapai 6 persen saat sidak berlangsung. Selanjutnya, Mimik berharap kontraktor meningkatkan capaian itu menjadi 10 persen pada akhir Oktober 2026.

“Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 6 persen dan sudah sesuai targetnya. Diharapkan nanti di akhir bulan sudah mencapai progres 10 persen,” imbuhnya.

Mimik Periksa Penggunaan Material Lama

Selain memantau kemajuan pekerjaan, Mimik memeriksa pemanfaatan material lama yang masih layak. Ia membolehkan kontraktor menggunakan kembali bahan bangunan selama kondisinya memenuhi persyaratan teknis.

Namun, ia meminta pelaksana mencatat dan melaporkan setiap material yang mereka gunakan kembali. Ketentuan ini mencakup genteng, besi, dan baja agar pengelola proyek dapat mempertanggungjawabkan penggunaannya secara transparan.

“Tadi saya juga sudah menanyakan terkait penggunaan genteng lama yang masih layak dan masih bagus. Saya cek sendiri kondisinya memang masih bisa digunakan dan juga sudah tercatat. Semua material lama yang dimanfaatkan kembali, termasuk besi dan baja, harus tetap tercatat dan dilaporkan,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Mimik mengaku belum menemukan penyimpangan. Meski demikian, ia meminta seluruh pihak terus mengawasi pekerjaan hingga kontraktor menyelesaikan proyek.

“Alhamdulillah, tidak ada temuan. Semua sesuai dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Tegas Tolak Praktik Akal-akalan Proyek

Mimik menegaskan bahwa kontraktor harus mempertahankan spesifikasi teknis selama mengerjakan proyek. Ia juga melarang penggunaan material berkualitas rendah sebagai pengganti bahan yang telah memenuhi standar.

“Saya tidak menginginkan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 maupun seterusnya ada akal-akalan. Jangan sampai ada yang mengubah spesifikasi yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Menurut Mimik, mutu konstruksi menyangkut keselamatan pengguna dan kepentingan masyarakat. Karena itu, kontraktor harus mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.

Ia berencana lebih sering menyidak proyek pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan ikut mengawasi setiap tahapan pekerjaan.

“Saya mohon semua pihak ikut membantu mengawasi. Pembangunan ini untuk kepentingan kita bersama, terutama warga Sidoarjo,” ujarnya.

Tambah 30 Kamar untuk Perkuat Pelayanan

Pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih akan menambah sekitar 30 kamar di RSUD R.T. Notopuro. Penambahan tersebut diharapkan memperluas kapasitas perawatan dan membantu rumah sakit memenuhi kebutuhan pasien.

Namun, Mimik menilai pembangunan fisik saja tidak cukup. Ia juga meminta tenaga kesehatan mengedepankan keramahan dan empati saat melayani pasien maupun keluarga mereka.

Menurutnya, pasien datang ke rumah sakit untuk mencari pertolongan ketika menghadapi masalah kesehatan. Karena itu, sikap ramah dan perhatian tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi kecemasan mereka.

“Orang yang datang ke rumah sakit bukan untuk bersenang-senang. Mereka datang dalam kondisi sumpek. Karena itu, pelayanan yang ramah, senyum yang tulus, dan sikap yang baik dari seluruh tenaga kesehatan bisa menjadi obat tersendiri bagi mereka,” pungkasnya.

Melalui pengawasan proyek dan peningkatan kualitas pelayanan, Pemkab Sidoarjo berharap pengembangan RSUD R.T. Notopuro memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Penambahan fasilitas harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga keamanan, kenyamanan, dan mutu pelayanan kesehatan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *