Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Dari Kandang Desa di Kediri ke Istana: Sapi Rp108 Juta Milik Presiden Prabowo, Begini Historynya

68
×

Dari Kandang Desa di Kediri ke Istana: Sapi Rp108 Juta Milik Presiden Prabowo, Begini Historynya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Seekor sapi kurban berbobot lebih dari satu ton milik peternak asal Kabupaten Kediri terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026. Nilainya tidak main-main, mencapai Rp108 juta.

Namun, perjalanan sapi itu menuju ‘kelas presiden’ ternyata tidak mulus. Sapi milik Kamalul Asfiyak (47), peternak Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, itu pernah terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), wabah yang sempat menghantam peternakan sapi di berbagai daerah.

Example 300x600

“Dulu sempat kena PMK, tapi langsung kami pisahkan ke kandang isolasi,” kata Kamalul, Selasa (26/5/2026).

Saat wabah melanda, hampir seluruh sapi di kandangnya terdampak. Perawatan pun dilakukan dengan metode intensif agar kondisi ternak cepat pulih.

Menurut Kamalul, sapi yang sakit PMK membutuhkan perhatian ekstra. Tidak cukup hanya diberi obat, tetapi juga harus dipastikan tetap makan dan minum.

“Kadang makannya harus disuapi. Kalau tidak mau minum, dibantu. Masa pemulihan bisa sampai sebulan,” ujarnya.

Kini, sapi jenis Limousin Cross itu justru menjadi pilihan bantuan kemasyarakatan Presiden.

*Rahasia Sapi Jumbo: Ampas Tahu hingga Konsentrat*

Di balik tubuh raksasa sapi seberat sekitar 1.050 kilogram itu, ada pola perawatan yang dijaga disiplin setiap hari. Kamalul mengaku tidak menggunakan metode rumit. Ia hanya konsisten mengatur jadwal makan.

Pakan hijauan diberikan tiga kali sehari, sedangkan pakan penguat atau comboran diberikan pagi dan sore. Comboran tersebut terdiri dari campuran ampas tahu, ampas telas, dan konsentrat.

“Yang penting rutin. Pakan jangan telat,” katanya.

Menurutnya, sapi tersebut masih berpotensi tumbuh lebih besar.

“Masih prospek, bisa sampai 1,2 sampai 1,3 ton,” ujar dia.

*Seleksi Ketat hingga Bebas Residu Obat*

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, drh. Istar Abadi, mengatakan sapi kurban Presiden telah menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis.

Mulai dari pemeriksaan fisik, pengecekan usia, hingga pemastian bebas penyakit menular.

“Hasil pemeriksaan sehat, negatif gejala PMK, dan memenuhi syarat kurban,” kata Istar.

Pihaknya juga memastikan sapi tidak mendapatkan perlakuan medis dalam dua pekan terakhir menjelang penyembelihan. Langkah itu dilakukan untuk menjamin kualitas karkas dan daging bebas residu obat.

“Supaya aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Sapi tersebut dijadwalkan dikirim ke Masjid Jami’ At-Taqwa, Kecamatan Mojo, sebelum Idul Adha untuk proses adaptasi lingkungan.

*Dari Empat Kandidat, Tinggal Satu yang Bertahan*

Menariknya, sapi milik Kamalul bukan satu-satunya kandidat. DKPP Kabupaten Kediri sebelumnya menyiapkan empat sapi calon kurban Presiden.

Namun, tiga kandidat lain sudah lebih dulu laku dibeli sehingga menyisakan sapi asal Kandat sebagai wakil Kabupaten Kediri.

Bagi Kamalul, terpilihnya sapi dari kandangnya bukan sekadar transaksi bernilai besar.

“Bangga saja, peternak desa bisa dipercaya menyediakan sapi untuk Presiden,” ungkapnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *