Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Jogo Sekolah Jadi Gerakan Cegah Kenakalan Remaja

56
×

Jogo Sekolah Jadi Gerakan Cegah Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Polresta Malang Kota memperluas langkah preventif untuk melindungi pelajar dari berbagai ancaman kenakalan remaja. Melalui program Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah, kepolisian menggandeng tujuh sekolah sebagai percontohan penguatan keamanan dan pembinaan karakter peserta didik.

Program ini mengedepankan kolaborasi antara kepolisian, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam mengenali potensi masalah sekaligus mencegah perilaku menyimpang sejak dini.

Example 300x600

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan komitmen tersebut saat menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Jogo Sekolah. Kegiatan itu kemudian berlanjut dengan Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kamis (29/10/2026).

Deteksi Dini Hadapi Ancaman Kenakalan Remaja

Danang menjelaskan, program Jogo Sekolah merupakan tindak lanjut gerakan Polisi Masuk Sekolah yang diluncurkan Kapolda Jawa Timur. Melalui program ini, Polresta Malang Kota ingin membangun lingkungan pendidikan yang aman melalui deteksi dini, edukasi, pendampingan, dan pencegahan.

“Selama ini Polresta Malang Kota sudah bersinergi dengan dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan anak dan remaja,” ungkap Danang.

Ia menilai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan terus berkembang. Sejumlah persoalan seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, tawuran, balap liar, hingga judi online membutuhkan perhatian serius.

Karena itu, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah dan keluarga perlu mengambil peran aktif untuk mengenali perubahan perilaku anak serta mengantisipasi berbagai risiko yang muncul di lingkungan pergaulan maupun ruang digital.

Sebagai langkah awal, Polresta Malang Kota menunjuk tujuh sekolah sebagai lokasi percontohan. Setiap sekolah akan mendapat pendampingan dari seorang perwira pengampu yang bertugas mengoordinasikan komunikasi dan kebutuhan pembinaan.

Pembinaan Siswa Utamakan Edukasi dan Perlindungan Anak

Danang menekankan bahwa personel kepolisian harus mengedepankan pendekatan edukatif saat mendampingi pelajar. Komunikasi yang baik dan perlindungan terhadap anak juga harus menjadi landasan dalam menangani setiap persoalan.

Ia berharap guru dan orang tua tidak hanya mengawasi aktivitas siswa di sekolah. Keduanya juga perlu memperhatikan perkembangan perilaku, lingkungan pergaulan, serta aktivitas anak saat menggunakan teknologi digital.

Dukungan terhadap program tersebut datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Batu, Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd. Ia menilai Jogo Sekolah sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

“Kami mendukung program Jogo Sekolah karena sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Sinergi kepolisian, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan perlu diperkuat agar program ini berjalan berkelanjutan,” ungkap Hastini.

Hastini juga mengapresiasi langkah proaktif Polresta Malang Kota yang selama ini menghadirkan kegiatan upacara, sosialisasi, dan pembinaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, koordinasi yang intensif dengan satuan pendidikan akan membantu setiap program berjalan lebih efektif.

Sekolah Sampaikan Kebutuhan Pendampingan

Dalam sesi dialog, sejumlah kepala sekolah menyampaikan berbagai kebutuhan untuk memperkuat pelaksanaan Jogo Sekolah. Mereka meminta pendampingan kepolisian dalam menangani pelanggaran siswa, penyalahgunaan narkoba, balap liar, serta kasus perundungan.

Selain itu, pihak sekolah mengusulkan peningkatan patroli dan pembentukan Satgas Jogo Sekolah di setiap satuan pendidikan. Satgas tersebut diharapkan menjadi penghubung langsung antara sekolah dan kepolisian ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah. Sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Polresta Malang Kota, perwakilan dinas pendidikan, kepala sekolah, Bhabinkamtibmas, hingga pelajar SMA.

Dalam amanatnya, Danang mengajak seluruh elemen pendidikan menjaga sekolah sebagai ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.

Ia juga mendorong personel kepolisian membangun kedekatan dengan pelajar melalui pendampingan dan komunikasi terbuka. Sementara itu, guru, orang tua, dan siswa perlu memperkuat disiplin, sikap saling menghormati, serta lingkungan pergaulan yang positif.

Bangun Sistem Pencegahan Berkelanjutan

Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polresta Malang Kota menargetkan terbentuknya sistem pencegahan yang terkoordinasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan pelanggaran. Lebih dari itu, kepolisian ingin mendorong semua pihak mengenali potensi masalah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Dengan keterlibatan sekolah, keluarga, dinas pendidikan, dan peserta didik, upaya perlindungan anak diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

 

 

Sumber Humas Polresta Malang Kota

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *