Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Job Fair 2026 Sidoarjo Bidik 4.246 Tenaga Kerja, Industri hingga Taksi Listrik

91
×

Job Fair 2026 Sidoarjo Bidik 4.246 Tenaga Kerja, Industri hingga Taksi Listrik

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menghadirkan 4.246 peluang kerja melalui Bursa Kerja Terbuka (Job Fair) Hybrid 2026. Sebanyak 60 perusahaan dan lembaga bergabung untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, M. Ainur Rahman, bersama Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, membuka kegiatan tersebut di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo, Selasa (3/11/2026).

Example 300x600

Tahun ini, Job Fair menawarkan 298 jenis jabatan dengan beragam kualifikasi. Melalui agenda tersebut, Pemkab Sidoarjo memperkuat upaya menekan pengangguran sekaligus mengejar target 100 ribu lapangan kerja baru yang dicanangkan Bupati H. Subandi bersama Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana.

60 Perusahaan Tawarkan Ribuan Peluang Kerja

Keterlibatan puluhan perusahaan menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjajaki berbagai bidang pekerjaan. Selain memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, bursa kerja ini juga membuka akses menuju pasar kerja internasional.

Dengan 4.246 lowongan dan 298 jenis jabatan, pencari kerja memiliki pilihan lebih luas untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan serta kualifikasi masing-masing.

Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo Terus Meningkat

Dalam sambutan Bupati, Ainur Rahman memaparkan perkembangan positif perekonomian Kabupaten Sidoarjo.

Pertumbuhan ekonomi Sidoarjo mencapai 5,63 persen pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 5,54 persen pada 2024.

Sebagai kawasan penopang megapolitan Gerbangkertosusila, Sidoarjo terus memperkuat perannya dalam menggerakkan perekonomian regional.

Sektor industri manufaktur juga masih mendominasi struktur ekonomi daerah. Kontribusinya mencapai 49,45 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Investasi Rp7,7 Triliun Serap 8.485 Tenaga Kerja

Dari sektor investasi, Sidoarjo mencatat realisasi Rp7,7 triliun hingga semester pertama 2026. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan menuju target tahunan sebesar Rp15,7 triliun.

Lebih lanjut, aktivitas investasi itu turut menyerap 8.485 tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan peran investasi dalam memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Pemkab Sidoarjo berhasil menekan angka kemiskinan dari 4,53 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025.

“Sejalan dengan perkembangan tersebut, kami berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo dari 4,53 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025. Capaian ini menempatkan Sidoarjo di urutan ke-34 dari 38 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tergolong rendah di Jawa Timur,” ucap Ainur Rahman.

TPT Turun, Persoalan Pengangguran Belum Tuntas

Meski sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif, Pemkab Sidoarjo masih menghadapi tantangan pengangguran.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun 0,74 poin, dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 5,75 persen pada 2025. Namun, angka tersebut masih tergolong tinggi di Jawa Timur.

Karena itu, pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan dunia usaha. Sinergi ini bertujuan meningkatkan kompetensi pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ainur menegaskan, Pemkab Sidoarjo ingin menjadikan Job Fair sebagai sarana rekrutmen yang menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan bursa kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo secara nyata,” harapnya.

Pemkab Dorong Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Selain memperluas peluang kerja, Pemkab Sidoarjo juga mengajak perusahaan memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas.

Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pemerintah ingin memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pekerjaan.

Disnaker Soroti Kesenjangan Kebutuhan Tenaga Kerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Dwieko Saptono, menilai persoalan ketenagakerjaan menghadirkan kondisi yang cukup unik.

Di satu sisi, pencari kerja mengeluhkan sulitnya memperoleh pekerjaan. Namun, di sisi lain, perusahaan juga kesulitan menemukan kandidat yang memenuhi kualifikasi.

Menurut Dwieko, kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.

Oleh karena itu, Disnaker menghadirkan Job Fair sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

“Kegiatan Job Fair ini bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja secara mudah, cepat, transparan, dan terarah sehingga kami bisa mempercepat proses penempatan tenaga kerja,” jelas Dwieko.

Ungkapan Jawa Gambarkan Persoalan Rekrutmen

Dwieko menggambarkan persoalan ketenagakerjaan tersebut melalui ungkapan Jawa, “Tetuku seng tuku ora teka-teka, seng dituku ya ora tuku-tuku.”

Ungkapan itu menggambarkan ketidaksesuaian antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan tenaga kerja.

Perusahaan membutuhkan kandidat yang tepat. Sebaliknya, pencari kerja juga menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Melalui Job Fair, Disnaker berupaya mempertemukan kedua kepentingan tersebut agar proses rekrutmen berjalan lebih efektif.

Pendaftaran Online Berlangsung hingga 5 November

Untuk memperluas jangkauan rekrutmen, Disnaker Sidoarjo kembali menggabungkan layanan daring dan luring dalam Job Fair 2026.

Pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan sekaligus mengirimkan lamaran secara online mulai 29 Oktober hingga 5 November 2026.

Setelah masa pendaftaran berakhir, perusahaan tetap melanjutkan proses seleksi hingga akhir Desember 2026.

Selama periode tersebut, Disnaker memantau perkembangan rekrutmen di setiap perusahaan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengawasi tahapan seleksi dan memastikan perusahaan menjalankan proses perekrutan sesuai mekanisme.

Sistem Hybrid Permudah Perusahaan Menemukan Kandidat

Dwieko menjelaskan, sistem hybrid memberikan keuntungan bagi perusahaan maupun pencari kerja.

Melalui layanan daring, masyarakat dapat menjelajahi berbagai lowongan tanpa harus selalu datang ke lokasi. Sementara itu, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak kandidat sesuai kebutuhan dan kualifikasi jabatan.

Dengan sistem tersebut, Disnaker ingin mempercepat komunikasi antara pencari kerja dan perusahaan sekaligus memperluas akses informasi rekrutmen.

Perusahaan Taksi Listrik Butuh 800 Pengemudi

Sektor transportasi menjadi salah satu penyedia peluang kerja lokal terbesar dalam Job Fair Sidoarjo 2026.

Dwieko mengungkapkan, perusahaan penyedia layanan taksi listrik membutuhkan hingga 800 pengemudi. Jumlah tersebut membuka kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin memasuki sektor transportasi modern.

Selain itu, kebutuhan dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu peluang menarik bagi pencari kerja di Kabupaten Sidoarjo.

PT KMI Tawarkan Peluang Kerja ke Luar Negeri

Tidak hanya menyasar pasar domestik, Job Fair tahun ini juga menghadirkan kesempatan bekerja di luar negeri.

PT KMI menjadi salah satu perusahaan yang menawarkan lowongan dalam jumlah besar untuk penempatan tenaga kerja internasional.

Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan untuk mengembangkan karier, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pemkab Bidik Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Melalui 60 perusahaan dan 4.246 lowongan, Pemkab Sidoarjo ingin memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan.

Di sisi lain, perusahaan dapat memanfaatkan bursa kerja ini untuk menemukan kandidat sesuai kebutuhan dan kualifikasi jabatan.

Pemkab Sidoarjo optimistis kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pencari kerja mampu memperkuat pasar tenaga kerja lokal.

Pada akhirnya, pemerintah berharap Job Fair Hybrid 2026 memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan kesempatan kerja, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat penurunan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *