JATIMTERBARU.COM, MALANG – SMK Negeri 4 Malang mengambil langkah tegas menyikapi polemik video penertiban siswi yang viral di media sosial. Manajemen sekolah memberikan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf, dan menjatuhkan tindakan disiplin terhadap guru terkait.
Polemik ini mencuat setelah akun Instagram @moodpendidikan.co mengunggah video penertiban atribut sekolah. Unggahan tersebut memuat narasi dugaan guru membuka paksa jilbab seorang siswi.
Selain itu, publik juga menyoroti dugaan pelecehan verbal dalam interaksi antara guru dan murid. Sorotan tersebut mendorong pihak sekolah segera melakukan penelusuran internal.
Melalui pernyataan resmi pada Rabu (4/11/2026), kepala SMKN 4 Malang menyampaikan hasil klarifikasi. Manajemen juga memaparkan langkah penanganan dan rencana pembenahan lingkungan sekolah.
Sekolah Jelaskan Kronologi Penertiban
Hasil penelusuran internal menunjukkan bahwa video tersebut merekam pemeriksaan kelengkapan seragam Pramuka. Guru yang bertugas memeriksa penggunaan hasduk sebagai salah satu atribut wajib.
Dalam proses itu, guru berinisial R hanya menyingkap sedikit bagian jilbab siswi. Tindakan tersebut bertujuan memastikan pemasangan atribut Pramuka.
Pihak sekolah membantah narasi yang menyebut guru membuka paksa hingga melepaskan jilbab siswi. Namun, manajemen mengakui adanya kekeliruan dalam komunikasi selama penertiban.
Guru R, yang menjabat Koordinator Tata Tertib, melontarkan ucapan bernuansa pelecehan verbal. Sekolah menilai ucapan tersebut tidak pantas, meskipun guru mengaku hanya bercanda.
Manajemen menegaskan bahwa alasan bercanda tidak membenarkan ucapan yang merendahkan martabat siswa. Setiap guru harus mengedepankan etika saat memberikan teguran maupun pembinaan.
Sekolah Nonaktifkan Guru dari Jabatan Tatib
Sebagai tindak lanjut, SMKN 4 Malang berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang. Koordinasi tersebut mencakup wilayah Kota Malang dan Kota Batu.
Sekolah kemudian menonaktifkan R dari jabatan Koordinator Tata Tertib. Manajemen juga mencabut tugasnya dalam penanganan disiplin siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri (HI), Triyudi Yudawan, menjelaskan langkah tersebut. Pihak sekolah juga telah memberikan pembinaan etik kepada guru bersangkutan.
“Kami dari pihak sekolah telah melakukan pembinaan etik secara mendalam kepada guru yang bersangkutan,” ujar Triyudi, Kamis (5/11/2026).
Triyudi menjelaskan bahwa penertiban bermula dari temuan sejumlah pelanggaran aturan seragam. Beberapa siswa mengenakan seragam putih yang terlalu tipis atau tembus pandang.
Petugas juga menemukan siswa yang tidak mengenakan dalaman sesuai ketentuan sekolah. Selain itu, sejumlah siswa memodifikasi model pakaian mengikuti tren.
Namun, Triyudi menegaskan bahwa sekolah tetap harus mengedepankan etika dalam setiap tindakan penertiban. Guru juga perlu menjaga komunikasi agar teguran tidak melukai perasaan peserta didik.
SMKN 4 Malang Sampaikan Permohonan Maaf
Di tengah polemik tersebut, manajemen SMKN 4 Malang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permohonan itu ditujukan kepada siswa, orang tua atau wali murid, serta masyarakat.
Sekolah menyadari bahwa kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, polemik ini berpotensi memengaruhi kondisi psikologis peserta didik.
Karena itu, manajemen menyiapkan sejumlah langkah pembenahan untuk mencegah kejadian serupa. Salah satunya melalui dialog terbuka bersama perwakilan siswa.
Forum tersebut akan memberi ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan aspirasi dan masukan. Sekolah juga akan menggelar pembinaan etika komunikasi bagi seluruh warga pendidikan.
Program pembinaan itu menyasar guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Melalui langkah tersebut, sekolah ingin membangun interaksi yang sehat dan saling menghormati.
Perkuat Pengawasan dan Perlindungan Siswa
Selain pembinaan, SMKN 4 Malang akan mengoptimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Tim ini akan memperkuat mekanisme perlindungan peserta didik.
Sekolah juga akan menyediakan saluran pengaduan yang aman dan menjaga kerahasiaan pelapor. Langkah tersebut diharapkan mendorong siswa berani melaporkan dugaan kekerasan.
Selanjutnya, manajemen akan mengevaluasi kinerja Tim Tata Tertib secara menyeluruh. Sekolah juga akan meninjau Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pembelajaran dan tugas guru.
Triyudi menegaskan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pembenahan internal. Sekolah ingin memastikan seluruh kegiatan pendidikan berjalan dengan mengutamakan perlindungan peserta didik.
SMKN 4 Malang menegaskan bahwa kedisiplinan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan. Namun, setiap upaya penegakan aturan harus menghormati hak dan martabat siswa.
Sekolah juga wajib menjaga keamanan fisik serta kondisi psikologis seluruh warga pendidikan. Prinsip tersebut tidak boleh dikorbankan demi alasan penegakan tata tertib.
Di sisi lain, manajemen mengapresiasi keberanian siswa dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Sekolah berharap kritik tersebut menjadi momentum perbaikan lingkungan pendidikan.
Melalui berbagai langkah tersebut, SMKN 4 Malang berkomitmen membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.
















