JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – DPD Partai Golkar Kota Malang memilih memfokuskan seluruh instrumen partainya untuk mengawal percepatan ekonomi lokal. Langkah ini diambil agar partainya tidak terseret dalam polemik politik nasional.
Selain itu, kebijakan ini bertujuan memastikan aktivitas ekonomi warga di tingkat akar rumput tetap kondusif. Dengan demikian, dinamika politik elite pusat tidak mengganggu iklim usaha daerah.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan prioritas kader di daerah saat ini. Mereka diminta mendorong kemudahan iklim usaha sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
“Fokus kami jelas, bagaimana memudahkan aktivitas ekonomi di Kota Malang dan melayani warga sebaik-baiknya. Urusan di tingkat atas tidak perlu mengganggu kerja-kerja kerakyatan di sini,” ujar Djoko saat serap aspirasi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin, stabilitas politik daerah menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi warga. Hal ini karena sektor usaha dan pelayanan publik memerlukan kepastian serta iklim yang kondusif untuk berkembang.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara eksekutif, legislatif, dan para pelaku usaha lokal. Sinergi antara DPRD dan Pemkot Malang harus terus diperkuat agar kebijakan ekonomi daerah tidak tersandera intrik politik nasional.
Di samping itu, Djoko mengimbau para pelaku ekonomi dan warga Kota Malang agar tetap tenang. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi liar di media sosial yang berpotensi memicu ketidakpastian.
Ia optimistis Kota Malang mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi yang solid di Jawa Timur, asalkan seluruh elemen konsisten mengawal isu kerakyatan.
”Kuncinya ada pada fokus kita terhadap isu riil di akar rumput, mulai dari pemulihan ekonomi hingga kemudahan layanan publik,” pungkas Djoko.
















