JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menjadikan Kota Malang sebagai salah satu rujukan pengembangan pelayanan publik dan pembangunan daerah.Barito Utara Belajar Inovasi Pelayanan Publik di Kota Malang Sejumlah inovasi di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga tata kota menjadi sasaran pembelajaran dalam kunjungan kerja tersebut.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memimpin langsung rombongan yang mengunjungi Balai Kota Malang, Senin (2/11/2026). Jajaran Pemerintah Kota Malang menerima kunjungan tersebut di Ruang Sidang Balai Kota.
Malang Jadi Referensi Pelayanan Publik
Shalahuddin menjelaskan, kunjungan ini bertujuan menggali pengalaman dan inovasi Pemkot Malang. Pihaknya ingin mempelajari kebijakan yang berhasil, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat Barito Utara. Ia menegaskan bahwa hasil kaji tiru harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Shalahuddin mengungkapkan, rumah sakit di Kabupaten Barito Utara saat ini masih berada pada klasifikasi kelas C. Karena itu, pihaknya ingin mempelajari tata kelola rumah sakit di Kota Malang yang memiliki fasilitas kesehatan dengan klasifikasi lebih tinggi, termasuk rumah sakit kelas A.
Pemkab Barito Utara berharap pembelajaran tersebut dapat meningkatkan manajemen rumah sakit, kapasitas fasilitas kesehatan, serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
Kerja Sama Pendidikan dan Penataan Kota
Selain kesehatan, sektor pendidikan juga masuk dalam agenda pembelajaran. Pemkab Barito Utara ingin menggali kebijakan pendidikan di Kota Malang, termasuk peluang kemitraan dengan perguruan tinggi. Salah satu rencana yang menjadi perhatian ialah penjajakan kerja sama dengan Universitas Wijaya Kusuma untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam bidang infrastruktur, Shalahuddin tertarik mempelajari penataan Kayutangan Heritage. Pengalaman Kota Malang dalam mengelola kawasan bersejarah dinilai relevan dengan kondisi Barito Utara yang masih menghadapi persoalan permukiman kumuh di bantaran sungai. Pihaknya ingin menggali konsep waterfront city agar kawasan tepian sungai di Barito Utara tertata lebih baik, produktif, dan memiliki potensi wisata.
Pengelolaan Air Bersih dan Penanganan Asap
Pemkab Barito Utara juga tertarik mempelajari sistem pelayanan air bersih melalui Perumda Air Minum Kota Malang. Shalahuddin menyoroti pengembangan jaringan air perpipaan, termasuk fasilitas penyediaan air siap minum di sejumlah titik.
Di sektor lingkungan, pihaknya ingin menggali pengalaman Kota Malang dalam menangani kebakaran dan dampak asap. Pengalaman penanganan asap TPA di Malang dinilai penting untuk memperkuat penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Utara yang kerap mengganggu aktivitas warga.
Tantangan Geografis dan Agenda 14 OPD
Pemkab Barito Utara membawa sekitar 14 organisasi perangkat daerah (OPD) dalam agenda kaji tiru selama dua hingga tiga hari. Mereka mendatangi sejumlah instansi dan lokasi sesuai bidang pembelajaran masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Shalahuddin juga memaparkan tantangan pembangunan daerahnya. Barito Utara memiliki luas wilayah sekitar 8.300 kilometer persegi dengan potensi alam besar, namun keterbatasan konektivitas masih menjadi kendala pemerataan pembangunan. Ketergantungan pada transportasi jalur Sungai Barito kerap menghambat distribusi barang saat terjadi banjir di musim hujan atau pendangkalan di musim kemarau.
Program Unggulan dan Nostalgia Alumni ITN
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Barito Utara menyiapkan 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas. Agenda tersebut mendukung visi mewujudkan Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan melalui fokus pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.
Kunjungan ini juga membawa nostalgia tersendiri bagi Shalahuddin. Ia merupakan alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang angkatan 1990, sementara Wali Kota Malang merupakan alumni ITN angkatan 1985.
Ia berharap kunjungan kerja ini berkembang menjadi kolaborasi konkret antar-pemerintah daerah demi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Barito Utara.
















