JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Penyaluran Bantuan Pangan Beras (PBP) di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mulai berlangsung sejak awal pekan ini.
Sebanyak 12.176 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan melalui pemerintah desa dan kelurahan.
Plt. Camat Pare, Habib Adnan, mengatakan bantuan tersebut merupakan alokasi dua bulan. Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Dari data yang kami terima, total penerima bantuan pangan di Kecamatan Pare sebanyak 12.176 KPM. Untuk beras yang disalurkan mencapai 243.520 kilogram,” kata Habib, Rabu (10/6/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan di 9 desa dan 1 kelurahan yang ada di Kecamatan Pare. Jumlah penerima di setiap wilayah berbeda karena disesuaikan dengan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Habib menyebut Desa Gedangsewu menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, disusul Desa Tulungrejo dan Kelurahan Pare.
Menariknya, hampir seluruh desa di Kecamatan Pare mengalami penambahan jumlah penerima dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Habib, hal itu tidak terlepas dari adanya pembaruan data penerima bantuan yang dilakukan pemerintah pusat.
“Kami melihat ada peningkatan jumlah penerima hampir di seluruh desa. Data penerima berasal dari pemerintah pusat melalui proses pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Meski bantuan yang disalurkan meningkat, Habib menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.
Karena itu, pihak kecamatan mengingatkan agar bantuan yang diterima tidak dialihkan atau diperjualbelikan.
“Kami mengimbau masyarakat agar bantuan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Jangan dijual karena tidak semua warga mendapatkan bantuan yang sama. Pemerintah sudah menetapkan penerima berdasarkan berbagai pertimbangan dan kriteria,” katanya.
Penyaluran bantuan di Kecamatan Pare dimulai sejak Senin (8/6/2026) dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Mayoritas pemerintah desa menargetkan proses distribusi dapat rampung dalam waktu satu hingga dua hari setelah bantuan diterima.
Habib berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Harapan kami bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Setidaknya bisa membantu mengurangi pengeluaran kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari,” tutupnya.


















