Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Lifestyle

Al-Qur’an Tua Asal Aceh Tersimpan di Museum Panji Malang

78
×

Al-Qur’an Tua Asal Aceh Tersimpan di Museum Panji Malang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Jejak sejarah Islam Aceh ternyata tersimpan di Malang. Sebuah Al-Qur’an tua asal Banda Aceh, yang tercatat menggunakan kertas Eropa dan dikaitkan dengan periode sekitar 1760 Masehi, kini menjadi salah satu koleksi bersejarah di Museum Panji Malang.

Sebuah Koleksi bernomor inventaris 109 itu bukan sekadar artefak keagamaan, tetapi menjadi jejak material yang merekam perkembangan Islam, tradisi tulis, serta jejaring perdagangan dan kebudayaan Nusantara pada masa lampau.

Example 300x600

Pemerhati budaya Malang sekaligus pengelola Museum Panji, Dwi Cahyono, mengatakan manuskrip tersebut merupakan hibah dari Kerajaan Aceh dan memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.

“Ini salah satu koleksi yang ada di Museum Panji. Ini hibah dari Kerajaan Aceh,” ujar Dwi saat menjelaskan koleksi tersebut, Sabtu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi pada papan koleksi, Al-Qur’an tersebut berasal dari Aceh, Banda Aceh, dan dikaitkan dengan periode Sultan Mahmud Syah sekitar 1760 Masehi.

Kendati demikian, keterangan periode tersebut tidak serta-merta menjadi kepastian tahun penulisan manuskrip.

Penentuan usia secara lebih presisi tetap membutuhkan kajian kodikologi, paleografi, dan pemeriksaan material.

Penggunaan kertas Eropa menjadi salah satu aspek penting dari manuskrip tersebut.

Material ini dapat menjadi petunjuk adanya jaringan perdagangan dan pertukaran barang antarkawasan yang telah menghubungkan berbagai wilayah Nusantara pada masa lalu.

Dalam konteks sejarah, Aceh merupakan salah satu pusat penting perkembangan Islam, perdagangan, dan tradisi keilmuan di kawasan barat Nusantara.

Manuskrip Al-Qur’an menjadi salah satu jejak material yang dapat membantu melihat perkembangan tradisi keagamaan dan budaya tulis masyarakat Aceh.

Kehadiran manuskrip tersebut di Museum Panji juga memperlihatkan perjalanan warisan budaya dari Aceh hingga Malang.

Koleksi itu memperkaya perspektif pengunjung bahwa sejarah Nusantara dibentuk oleh hubungan antardaerah, pertukaran pengetahuan, serta perjalanan budaya lintas wilayah.

Dwi menilai museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat.

Melalui Al-Qur’an tua tersebut, pengunjung dapat mengenal perkembangan Islam, tradisi manuskrip, penggunaan material tulis, hingga jaringan budaya yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara.

Koleksi tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah artefak dapat membawa jejak panjang perjalanan peradaban dari Aceh hingga Malang sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi generasi masa kini.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *