JATIMTERBARU.COM, MALANG — Semangat berkarya lintas generasi kembali mewarnai skena musik Kota Malang. Musisi senior dan mantan bassis grup rock Elpamas, Didik Sucahyo, menghadirkan proyek musik terbarunya melalui D-Bass Project, sekaligus meluncurkan single dalam sebuah pertunjukan di d’Kata Eatry and Barrel, Jalan Jenderal Basuki Rahmad No. 32–34, Kota Malang, Jumat (28/8/2026).
Meski kini bermukim di Belanda, Didik Sucahyo menunjukkan bahwa jarak dan usia bukan penghalang untuk terus menciptakan karya. Dalam D-Bass Project, ia menggandeng sejumlah musisi lokal Malang untuk menghasilkan karya musik yang memadukan pengalaman panjang dengan energi kreatif musisi muda.
D-Bass Project diperkuat Didik Sucahyo pada bass, Wiwil pada gitar, Bobi Nilam sebagai drummer, serta Roni Zam sebagai vokalis. Kolaborasi tersebut menjadi ruang baru bagi Didik untuk kembali berekspresi sekaligus mempererat hubungan musikal dengan para pelaku seni di Kota Malang.
Momentum peluncuran single tersebut semakin istimewa dengan kehadiran gitaris Elpamas, Totok Tewel. Musisi yang dikenal luas melalui kiprahnya di panggung rock Indonesia itu turut mendampingi Didik dalam penampilan spesial.
Keduanya kembali membawakan salah satu lagu fenomenal Elpamas, “Pak Tua”, yang menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka di dunia musik.
Bagi Didik, D-Bass Project bukan sekadar proyek musik, melainkan penegasan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia maupun tempat. Karya tetap dapat lahir ketika seseorang memiliki kemauan untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan memberikan ruang bagi ide-ide baru.
Kiprah tersebut juga mendapat apresiasi dari sejumlah awak media yang hadir dalam kegiatan tersebut. Windu Setiawan, Owner newsnoid.com, mewakili sejumlah media yang selama ini turut mengawal aktivitas Didik Sucahyo selama berada di Malang, menyampaikan apresiasi atas konsistensi sang musisi dalam menularkan semangat kreativitas.
“Kami sangat senang bisa memberikan support kepada Sam Didik Sucahyo. Kami bersama Malangpoint.com, indonewsdaily.com, kabarbaik.com, newsnoid.com dan Kabarkarya.com telah mengawal perjalanan Sam Didik selama berada di Malang. Alhamdulillah, kami merasa lega dan bangga,” ungkap Windu.
Menurutnya, kehadiran Didik Sucahyo di tengah ekosistem kreatif Malang memberikan energi positif, khususnya bagi generasi muda yang sedang membangun perjalanan di dunia seni dan musik.
“Kami dari media sangat berterima kasih kepada Sam Didik yang telah menyebarkan virus kreativitas seni dan karya. Meski usia tidak lagi muda, beliau tetap produktif. Ini memberikan energi positif kepada para musisi muda agar terus menghasilkan karya dan mengembangkan kreativitasnya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Didik Sucahyo menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekosistem seni dan musik. Menurutnya, para musisi membutuhkan ruang yang cukup untuk berekspresi, tampil, dan memperkenalkan karya kepada masyarakat.
Ia berharap pemerintah dapat terus membuka ruang kreatif bagi para pelaku seni sehingga potensi musisi daerah tidak berhenti hanya karena keterbatasan panggung dan fasilitas.
“Kalau tidak ada ruang, musisi bisa tenggelam. Karena itu, kreativitas seni harus mendapatkan dukungan,” pesan Didik.
Didik dijadwalkan kembali ke Belanda pada Minggu (30/8/2026). Kepergiannya menjadi jeda sementara dari rangkaian aktivitas bersama para musisi di Malang.
Namun, semangat yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup melalui karya dan kolaborasi para musisi lokal.
Sampai jumpa kembali, Om Didik Sucahyo. Karya boleh berhenti sejenak, tetapi semangat berkarya harus terus menyala. Malang menunggu kembalinya sang musisi tahun depan.(*)
















