Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Asep Kusdinar: Jejak Pengabdian Pendahulu Tak Boleh Dilupakan

72
×

Asep Kusdinar: Jejak Pengabdian Pendahulu Tak Boleh Dilupakan

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, BATU – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk menandai perjalanan usia pemerintahan provinsi, tetapi juga ruang untuk mengenang jejak pengabdian para tokoh yang pernah turut meletakkan fondasi pembangunan daerah.

Semangat tersebut tercermin dalam ziarah dan tabur bunga ke makam mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Abdul Hamid Mahmud, di Pemakaman Keluarga Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (8/10/2026).

Example 300x600

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, memimpin langsung prosesi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut. Sekitar 70 peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan keluarga almarhum mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat.

Sejumlah pejabat dan jajaran perangkat daerah Pemprov Jawa Timur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Direktur RSUD Saiful Anwar Prof. Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk. (K), FINACS, FICS, MMRS, Direktur RSUD Karsa Husada Batu Dr. dr. Muhamad Rizal, MM, M.Kes, CHQP, jajaran Wakil Direktur RSUD Saiful Anwar, serta Camat Junrejo Kota Batu.

Kehadiran keluarga Abdul Hamid Mahmud turut melengkapi prosesi penghormatan tersebut. Dua putri almarhum, Dewi Indriasari dan Sari Widiyanti Budiar, hadir secara langsung mengikuti rangkaian kegiatan di makam.

Prosesi diawali dengan persiapan peserta dan laporan perwira upacara. Setelah itu, Asep Kusdinar mengambil posisi sebagai pimpinan ziarah untuk memimpin penghormatan kepada almarhum Abdul Hamid Mahmud.

Penghormatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, doa bersama, serta tabur bunga yang dilakukan pimpinan ziarah dan seluruh rombongan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan tali asih kepada perwakilan keluarga almarhum.

Bagi Asep, ziarah tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sebuah agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali kesadaran bahwa pembangunan Jawa Timur merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pengabdian banyak generasi.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pemimpin Jawa Timur yang telah mendahului kita. Mereka adalah bagian dari perjalanan sejarah Jawa Timur yang tidak boleh kita lupakan,” ujar Asep.

Menurutnya, setiap capaian yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan aparatur pemerintahan pada masa sebelumnya. Karena itu, generasi pemerintahan saat ini memiliki tanggung jawab untuk merawat nilai-nilai pengabdian tersebut sekaligus meneruskannya sesuai dengan tantangan zaman.

Asep menilai Hari Jadi Jawa Timur semestinya tidak berhenti pada perayaan bertambahnya usia provinsi. Peringatan tersebut harus menjadi momentum refleksi untuk melihat kembali perjalanan pembangunan, mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi, serta memperkuat komitmen menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang kita warisi bukan hanya hasil pembangunan, tetapi juga semangat pengabdian, persatuan dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita hidupkan dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks. Menurut Asep, pemerintahan tidak dapat bekerja dalam sekat-sekat sektoral karena keberhasilan satu program kerap berkaitan dengan dukungan dan peran perangkat daerah lainnya.

Koordinasi dan sinergi, lanjutnya, menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program yang efektif dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Semangat gotong royong harus terus kita jaga. Koordinasi, kolaborasi dan sinergi antarperangkat daerah menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur,” tegasnya.

Lebih dari sekadar mengenang jasa para pendahulu, Asep menyebut kegiatan tersebut juga membawa pesan moral bagi aparatur pemerintahan yang masih mengemban amanah. Pengabdian harus dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, serta orientasi yang jelas pada kepentingan masyarakat.

“Setiap masa memiliki tantangannya sendiri. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ziarah ke makam Abdul Hamid Mahmud menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang berlangsung tertib dan khidmat.

Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Jawa Timur tidak dibangun dalam waktu singkat. Ada jejak pengabdian lintas generasi yang perlu dihormati, dirawat, sekaligus diteruskan.

Melalui penghormatan kepada para pendahulu, semangat persatuan dan gotong royong diharapkan tetap menjadi energi dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur serta menghadirkan pelayanan pemerintahan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.(*)

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *