Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Bakorwil Malang Dorong Swasembada Bawang Putih di Wagir

92
×

Bakorwil Malang Dorong Swasembada Bawang Putih di Wagir

Sebarkan artikel ini
Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar mendampingi Sekretaris Daerah Prov Jatim. Kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional di Kabupaten Malang.

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah strategis dalam gerakan tersebut, ditandai dengan penanaman bawang putih serentak di Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Rabu (19/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, yang mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mewakili Gubernur Jawa Timur. Penanaman menjadi bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi dan diikuti jajaran kepolisian daerah melalui konferensi video.

Asep Kusdinar menegaskan, pengembangan bawang putih di Wagir tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas budidaya, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Bakorwil Malang melihat pengembangan bawang putih bukan hanya sebagai kegiatan penanaman, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Potensi wilayah dan kekuatan kelompok tani harus terus kita dorong agar mampu memberikan kontribusi terhadap swasembada bawang putih,” ujarnya.

Menurut Asep, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, pemerintah daerah, hingga kelompok tani.

Setiap unsur memiliki peran strategis agar kebijakan yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan dampak ekonomi dan produktivitas yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Di Wagir, penanaman dilakukan bersama Kelompok Tani Subur Makmur I dengan dukungan 1,2 ton benih bawang putih varietas Lumbu Hijau pada lahan seluas 1,5 hektare.

Selain benih, petani juga mendapatkan dukungan sarana produksi berupa 1 ton pupuk, 10 unit handsprayer, serta empat rol mulsa.

Potensi pengembangan tersebut masih terbuka luas. Pemerintah merencanakan perluasan areal bawang putih di Kabupaten Malang hingga 20 hektare pada tahap pertama dan 60 hektare pada tahap berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober.

Yang menjadi perhatian penting, hasil panen dari program tersebut nantinya diarahkan untuk menjadi sumber benih bawang putih.

Langkah ini dinilai strategis karena pembangunan swasembada tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga harus memperkuat ketersediaan benih secara berkelanjutan.

“Yang menarik, hasil panen nantinya diperuntukkan sebagai benih bawang putih. Artinya, kita tidak berhenti pada produksi, tetapi mulai membangun keberlanjutan dari sisi penyediaan benih. Ini penting untuk memperkuat fondasi swasembada secara jangka panjang,” jelas Asep.

Bagi Bakorwil Malang, pengembangan bawang putih merupakan bagian dari pembangunan kewilayahan berbasis potensi lokal.

Wagir dan sejumlah kawasan di Kabupaten Malang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu basis produksi bawang putih Jawa Timur melalui penguatan kapasitas petani dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Bakorwil akan terus mengambil peran dalam memperkuat koordinasi dan sinergi kewilayahan. Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus ada kesinambungan dari hulu sampai hilir, mulai dari benih, budidaya, produksi, hingga pemanfaatan hasil panen,” tegasnya.

Penanaman bawang putih serentak tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan program swasembada bawang putih nasional.

Dengan perluasan areal tanam, penguatan ketersediaan benih, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, Kabupaten Malang diharapkan semakin mampu mengambil posisi strategis dalam memperkuat basis produksi bawang putih Jawa Timur sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang ditanami, tetapi juga oleh kemampuan membangun ekosistem pertanian yang produktif, mandiri, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

 

Sumber Humas Bakorwil Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *