Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Bupati Sidoarjo Warning Kontraktor Betonisasi Krian, Minta Pekerjaan Dipercepat

91
×

Bupati Sidoarjo Warning Kontraktor Betonisasi Krian, Minta Pekerjaan Dipercepat

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. memberikan perhatian serius terhadap progres proyek betonisasi ruas Jalan Krian–RPH–Kemangsen. Ia meminta kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan untuk mengantisipasi bertambahnya deviasi dan memastikan proyek rampung sesuai target.

Hal tersebut disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Selasa (25/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu, metode kerja, maupun kualitas konstruksi.

Example 300x600

Proyek betonisasi tersebut mencakup ruas jalan sepanjang 450 meter dengan lebar tujuh meter. Dengan nilai kontrak sekitar Rp3,6 miliar, pekerjaan ditargetkan selesai dalam kurun waktu empat bulan.

Namun, memasuki hari keempat pelaksanaan, progres pekerjaan tercatat mengalami deviasi sekitar 1,5 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati karena keterlambatan pada tahap awal berpotensi semakin melebar apabila tidak segera diantisipasi.

“Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai. Keterlambatan harus dikejar. Kinerja harus dimaksimalkan agar tidak semakin besar deviasinya,” ujar Subandi.

Dalam pengecekan di lapangan, Subandi juga menyoroti kapasitas alat berat yang digunakan kontraktor. Menurutnya, alat yang tersedia dinilai belum memadai untuk mendukung percepatan pekerjaan betonisasi dengan volume tersebut.

“Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tandasnya.

Selain kesiapan peralatan, perubahan metode pelaksanaan turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pekerjaan. Proyek yang semula menggunakan material precast kemudian beralih ke metode pengecoran setelah material precast dinilai kurang sesuai sehingga harus dibongkar dan dilakukan penanganan ulang.

“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelas Subandi.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, Subandi menekankan pentingnya pengawasan yang intensif dan berkelanjutan. Konsultan pengawas diminta melakukan pemantauan setiap hari serta menyampaikan perkembangan pekerjaan melalui sistem E-Kenda.

Tidak hanya konsultan pengawas, camat dan pemerintah desa juga diminta turut terlibat dalam pengawasan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap persoalan teknis maupun hambatan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Makanya tadi kuncinya adalah di konsultan pengawas,” tegas Subandi.

Terkait mobilitas masyarakat, Subandi menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan. Apabila seluruh badan jalan harus dibongkar, ruas tersebut akan ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan ruang kerja yang optimal bagi kontraktor.

Bupati menegaskan, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi. Pengalaman pelaksanaan proyek pada 2025 yang diwarnai sejumlah deviasi dan keterlambatan harus menjadi bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025 banyak deviasi, banyak keterlambatan, banyak kontraktor kena denda. Nah, ini sebagai koreksi kita,” pungkasnya.

Subandi berharap kontraktor mampu meningkatkan kinerja sejak awal pelaksanaan, sehingga proyek betonisasi Jalan Krian–RPH–Kemangsen dapat diselesaikan tepat waktu, berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi kelancaran mobilitas dan aktivitas masyarakat Sidoarjo.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *