JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA – Warga Kota Malang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Dalam sehari, Minggu (20/9/2026), petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Malang harus menangani empat insiden kebakaran di sejumlah lokasi.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan empat kejadian tersebut berlangsung di lokasi berbeda, mulai dari bangunan sekolah, lahan terbuka hingga pohon di tepi jalan.
“Hari ini kami menangani empat insiden kebakaran, mulai dari fasilitas pendidikan, lahan terbuka, hingga pohon di pinggir jalan,” ujar Pandu.
Insiden pertama terjadi di SDN Cemorokandang 1. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.45 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah setelah kegiatan kerja bakti, kemudian merembet hingga ke area bangunan sekolah.
“Untuk SDN Cemorokandang, area terdampak sekitar 15 meter persegi. Kerugian material ditaksir kurang lebih Rp5 juta, termasuk kerusakan barang-barang yang berada di gudang sekolah,” jelasnya.
Petugas kemudian kembali menerima laporan kebakaran di SMPN 7 Kota Malang. Berbeda dengan kejadian sebelumnya, kebakaran di sekolah tersebut diduga dipicu korsleting kabel listrik.
Api berdampak pada area sekitar 20 meter persegi. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta, termasuk sejumlah dokumen penting milik sekolah.
Selain dua bangunan pendidikan tersebut, petugas Damkar juga menangani kebakaran lahan di sekitar Jalan Setapak, sebelah STIKI, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun.
Kebakaran lainnya terjadi pada sebuah pohon di kawasan Jalan Simpang Ijen. Menurut Pandu, penyebab kebakaran pada dua lokasi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah.
“Untuk kebakaran lahan dan pohon di Simpang Ijen, penyebabnya diduga sama, yakni aktivitas pembakaran sampah,” katanya.
Meski harus menangani empat kejadian dalam waktu berdekatan, petugas Damkar bergerak cepat ke masing-masing lokasi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam seluruh rangkaian insiden tersebut.
Pandu mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran sampah di sekitar bangunan maupun fasilitas umum.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Malang meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di dekat fasilitas umum atau bangunan. Selain itu, rutin melakukan pengecekan instalasi listrik untuk mengantisipasi potensi kebakaran,” pungkasnya.
















