Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

dr. Benjamin Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Kedungturi

108
×

dr. Benjamin Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Kedungturi

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan terus diwujudkan dr. Benjamin Kristianto, M.Kes., M.A.R.S.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur itu memberikan pelayanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga RW 04, Jalan Nyai Cempo Timur, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (25/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang dirangkai dengan bakti sosial dan silaturahmi tersebut mendapat sambutan antusias. Sekitar 150 warga, termasuk masyarakat lanjut usia, mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Dalam kesempatan itu, dr. Benjamin menegaskan bahwa kehadirannya bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPRD, melainkan sebagai dokter dan bagian dari masyarakat yang ingin membantu sesama.

“Hari ini saya tidak sebagai Dewan, tapi hari ini adalah sebagai saudara kalian, sahabat kalian. Saya sebagai dokter nanti saya mengobati bapak dan ibu sekalian. Kami usahakan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Menurut dr. Benjamin, bertambahnya usia seharusnya menjadi momentum untuk semakin banyak melakukan kegiatan sosial dan membantu masyarakat. Sebab, tidak seorang pun mengetahui kapan waktu hidupnya berakhir.

“Bagaimana kita menghabiskan sisa napas kita untuk menolong sesama. Karena kita tidak tahu napas kita itu mau diambil kapan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, terutama bagi warga lanjut usia. Selain memberikan akses layanan kesehatan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi antara tenaga kesehatan dan masyarakat.

Salah satu program kemanusiaan yang disampaikan dr. Benjamin adalah layanan operasi bibir sumbing secara gratis di Rumah Sakit Sheila Medika.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kedungturi, tetapi terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang membutuhkan.

“Kalau ada yang mau operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Sheila Medika, bukan hanya warga Kedungturi, mungkin ada keluarga di Ponorogo atau Trenggalek atau daerah lain, boleh hubungi Rumah Sakit Sheila Medika, gratis. Tidak ada biaya apa pun, tidak pakai BPJS,” ungkapnya.

Program tersebut, lanjut dia, merupakan bentuk kepedulian agar anak-anak dengan kondisi bibir sumbing dapat tumbuh lebih percaya diri dan terhindar dari risiko perundungan ketika memasuki lingkungan sekolah.

Ia meminta perangkat lingkungan dan kader masyarakat ikut menyosialisasikan program tersebut kepada keluarga yang memiliki anak dengan kondisi bibir sumbing.

dr. Benjamin juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, pengabdian para kader tidak semata-mata berorientasi pada imbalan materi, tetapi lahir dari kepedulian untuk membantu masyarakat.

“Ibu-ibu kader Posyandu kalian luar biasa. Ini bukan karena panggilan uang, tetapi panggilan jiwa menolong sesama,” tuturnya.

Selain bidang kesehatan, ia turut menyampaikan peluang kerja ke Jepang yang tengah dijajaki bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Jawa Timur. Kesempatan tersebut antara lain mencakup sektor perhotelan dan tenaga pendamping di fasilitas perawatan lansia.

Ia menyebut biaya keberangkatan melalui program tersebut diperkirakan sekitar Rp9,5 juta, dengan potensi pendapatan sekitar Rp24 juta per bulan atau sekitar Rp19 juta setelah berbagai potongan. dr. Benjamin menegaskan, peluang tersebut diarahkan melalui jalur resmi.

Di hadapan generasi muda, ia juga berpesan agar menjauhi narkoba, judi dan pinjaman online yang berisiko. Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan calon penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, warga menyambut baik kegiatan pelayanan kesehatan tersebut. Siti Rukhaya mengaku terbantu karena dapat memeriksakan kesehatan sekaligus memperoleh obat tanpa harus pergi jauh.

“ Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya para lansia, karena bisa langsung periksa kesehatan dan dapat obat tanpa perlu jauh-jauh berobat,” ujarnya.

Peserta lainnya, Siti Yuni, mengaku baru mengetahui kadar asam uratnya mencapai 7,4 setelah menjalani pemeriksaan. Sementara tekanan darah, gula darah dan kolesterolnya dinyatakan normal.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi sosial di tingkat masyarakat, sekaligus memperkuat pesan bahwa akses kesehatan dan kepedulian terhadap sesama harus dapat dirasakan secara merata.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *