JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Hitung mundur 30 hari menuju perhelatan ekonomi kreatif terbesar di Jawa Timur telah dimulai. Malang Creative Fusion (MCF) secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Festival Mbois 11 – Malang Menyala.
Peluncuran ini dilakukan melalui Taklimat Media di Main Hall Lantai 2 Malang Creative Center (MCC), Selasa (21/7/2026). Rencananya, festival akbar ini bakal mengguncang Stadion Gajayana, Kota Malang selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026.
Mengusung tema “Malang Menyala”, Festival Mbois 11didukung penuh oleh Pemerintah Kota Malang, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, hingga berbagai komunitas.
Tema Malang Menyala diadaptasi dari filosofi kunang-kunang, di mana Arek Malang diajak untuk bergerak bersama menyalakan harapan dan kolaborasi.
Tiga Momentum Bersejarah di Balik Festival Mbois 11
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Event Malang 2026 ini mencetak sejarah baru karena digelar bertepatan dengan tiga momentum besar:
1. Peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana: Menghidupkan kembali fungsi stadion bersejarah bukan hanya sebagai pusat olahraga, tetapi juga ruang publik kreatif melalui konsep Sportainment.
2. 1 Tahun Status UNESCO Creative City of Media Arts: Menjadi ruang showcase skala internasional yang memamerkan kekuatan media digital dan seni Kota Malang.
3. Bulan Kemerdekaan RI: Merayakan semangat gotong royong dan inovasi bangsa dalam mengisi kemerdekaan melalui karya kreatif.
5 Klaster Utama Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana
Mengubah wajah Stadion Gajayana menjadi ekosistem Sportainment yang terintegrasi, penyelenggara menghadirkan lima klaster utama yang saling terhubung:
1. Sound of Malang Menyala: Panggung hiburan, konser, dan kompetisi musik yang mempertemukan musisi lokal Malang Raya hingga artis nasional.
2. Made by Arema Creative Market: Surga belanja yang menghadirkan ratusan tenant UMKM dengan produk kuliner, kriya, fesyen, hingga merchandise eksklusif.
3. Malang Sportainment: Area dinamis yang mengkolaborasikan kompetisi olahraga fisik dengan turnamen e-sport.
4. Malang Creative Connect: Forum strategis untuk konferensi, seminar, business matching, hingga peluang investasi bagi para pelaku industri.
5. Malang Media Arts: Pameran seni digital yang memukau, immersive experience, dan projection mapping berstandar UNESCO.
Dorong Pertumbuhan UMKM dan Kolaborasi Berkelanjutan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutanya secara daring menegaskan bahwa ekonomi kreatif adalah sektor strategis pembangunan kota.
“Kota Malang memiliki kekuatan besar pada kreativitas anak muda, komunitas, dan para pelaku ekonomi kreatif. Festival Mbois 11 menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan inovasi, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Wahyu Hidayat.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Malang Creative Fusion, Dadik Wahyu Chang, menyebut festival ini sebagai kulminasi dari 11 tahun perjalanan MCF dalam membangun ekosistem kreatif.
“Festival Mbois 11 bukan sekadar event, ini adalah platform kolaborasi. Festival ini menjadi panggung bersama bagi karya, jejaring, inovasi, investasi, dan masa depan ekonomi kreatif Indonesia,” jelasnya.
“Dengan status Malang sebagai UNESCO Creative City of Media Arts, festival ini diproyeksikan akan menarik ribuan wisatawan, merangsang pertumbuhan ekonomi kerakyatan, dan menjadi contoh sukses kolaborasi lintas sektor di Indonesia,” tandasnya.
Jangan lupa saksikan langsung kemeriahan Festival Mbois 11 – Malang Menyala dan dukung terus produk-produk kreatif lokal karya Arek Malang pada 21-23 Agustus 2026 mendatamg di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Informasi lebih lanjut bisa dilihat di website festivalmbois.mcf.or.id


















