Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Gubernur Khofifah Dianugerahi The Education Transformative Leadership Award 2026

37
×

Gubernur Khofifah Dianugerahi The Education Transformative Leadership Award 2026

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SURABAYA – Komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merevolusi lanskap pendidikan nasional kembali mendapat pengakuan tertinggi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi dianugerahi penghargaan bergengsi ‘The Education Transformative Leadership Award 2026’ dalam ajang Radar Surabaya Awards yang diselenggarakan di Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Example 300x600

Apresiasi berskala regional ini diserahkan langsung kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Imam Hidayat, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah.

Penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah validasi atas manifesto kepemimpinan transformasional Khofifah Indar Parawansa.

Di bawah arahannya, Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi monumental dengan mencatatkan jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional selama lima tahun berturut-turut.

Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas kebijakan makro pendidikan di Jawa Timur yang mampu mengintegrasikan kualitas pengajaran, pemerataan akses, dan kesiapan kompetensi siswa di era kompetitif.

Tidak hanya di sektor pendidikan, pada perhelatan yang sama, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur juga turut meraih penghargaan.

Diskominfo Jatim dinilai sebagai instansi yang paling konsisten dan adaptif dalam mendistribusikan informasi aktual, transparan, dan edukatif kepada publik.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Imam Hidayat, Gubernur Khofifah menyoroti paradoks era digital. Derasnya arus informasi saat ini ibarat pisau bermata dua: membuka gerbang pengetahuan tanpa batas, sekaligus membawa risiko distorsi informasi yang masif.

“Di era information overload saat ini, masyarakat memiliki akses tanpa batas terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kemudahan ini adalah peluang emas. Namun, tantangan terbesar kita adalah membangun kedewasaan publik agar semakin bijak dan selektif dalam memilah informasi yang benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Imam memaparkan pesan Gubernur.

Melalui momentum ini, Pemprov Jatim mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya media massa, untuk memperkuat sinergi strategis.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memitigasi penyebaran disinformasi serta memproduksi narasi publik yang berimbang, berkualitas, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.

Senada dengan visi Pemprov Jatim, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan krusialnya peran media arus utama (mainstream) sebagai jangkar kebenaran di tengah riuh rendahnya media sosial.

Nezar menekankan bahwa kepatuhan total terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah satu-satunya benteng pertahanan untuk menjaga kepercayaan (trust) publik.

“Kita harus memastikan ruang percakapan publik tetap sehat. Hal itu hanya bisa dicapai jika informasi diproduksi melalui praktik jurnalisme yang profesional, akurat, dan patuh pada kode etik. Saya meyakini, media yang konsisten mengedepankan jurnalisme sehat seperti Radar Surabaya dan media lokal berkualitas lainnya, akan tetap relevan, terus bertumbuh, dan abadi di masa depan,” tegas Nezar Patria.

Dianugerahinya penghargaan ini menegaskan posisi Jawa Timur bukan hanya sebagai lokomotif ekonomi nasional, tetapi juga sebagai pionir dalam pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, literat, dan berdaya saing global.(*)

 

Sumber Diskominfo Pemrov Jatim

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *