JATIMTERBARU.COM, MALANG — Kesiapan infrastruktur pendukung penanganan kebakaran di Kota Malang kembali menjadi perhatian. Dari puluhan hidran yang tersedia di sejumlah wilayah, sebagian di antaranya dilaporkan belum dapat difungsikan secara optimal.
Data terbaru menunjukkan, dari total 50 titik hidran yang tersebar di Kota Malang, baru sekitar 20 titik yang dinyatakan dapat berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hidran merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung kerja petugas pemadam kebakaran ketika menghadapi kondisi darurat.
Keberadaan hidran yang berfungsi menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kebakaran, terutama ketika petugas membutuhkan sumber pasokan air yang memadai di lokasi kejadian. Karena itu, kondisi fasilitas yang tidak optimal dinilai perlu segera dipetakan dan ditangani.
Sorotan tersebut mendapat respons dari Pemerintah Kota Malang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi hidran yang saat ini tersebar di berbagai titik.
“Kita cek lagi hidran-hidran yang ada pada saat ini, agar nanti bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petugas,” ujar Wahyu, Selasa (22/9/2026).
Menurut Wahyu, pengecekan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari masing-masing fasilitas. Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan, termasuk perbaikan terhadap hidran yang mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan.
Pemkot Malang juga tidak menutup kemungkinan menambah jumlah titik hidran. Namun, langkah tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta kondisi wilayah yang memiliki risiko dan kebutuhan penanganan kebakaran lebih tinggi.
“Kalau penambahan itu nanti ya pasti di tempat-tempat strategis yang dirasakan kurang, kita akan coba lagi. Kita akan cek ke lapangan lagi untuk memetakan kebutuhan pastinya,” pungkasnya.
Langkah pemetaan dan evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan jaringan hidran di Kota Malang. Selain memastikan fasilitas yang sudah tersedia dapat kembali berfungsi, pemerintah juga dituntut menempatkan infrastruktur baru berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan demikian, keberadaan hidran tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap, tetapi benar-benar dapat mendukung kecepatan dan efektivitas petugas Damkar dalam menangani kebakaran di kawasan perkotaan.
















