Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Kapolresta Pantau Kebakaran TPA Supit Urang

99
×

Kapolresta Pantau Kebakaran TPA Supit Urang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA – Upaya mengendalikan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, masih berlanjut. Memasuki hari kelima penanganan, petugas terus menyemprotkan air dan menimbun area tertentu dengan tanah untuk mencegah bara api kembali memicu kebakaran.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS kembali turun ke lokasi pada Minggu (25/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi peninjauan hari kedua secara berturut-turut untuk memantau perkembangan pemadaman sekaligus memastikan petugas menangani titik panas secara optimal.

Example 300x600

Meski kobaran api mulai berkurang, petugas belum menghentikan upaya pemadaman. Bara yang tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah masih berpotensi menimbulkan api baru jika tidak tertangani secara menyeluruh.

Pembasahan Intensif untuk Kendalikan Bara Api

Usai mengikuti kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katolik Ratu Rosari, Danang langsung melanjutkan agenda dengan mengecek kondisi TPA Supit Urang. Bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, ia mengamati perkembangan pemadaman dan kondisi sejumlah titik yang masih menyimpan panas.

Petugas kini memprioritaskan pembasahan pada area yang terindikasi memiliki bara api. Mereka mengarahkan semprotan air ke bagian dalam tumpukan sampah untuk menurunkan suhu dan menekan risiko munculnya kembali kobaran api.

Langkah ini penting karena padamnya api di permukaan belum menjamin seluruh sumber panas telah hilang. Bara yang tertinggal di lapisan bawah sampah dapat memicu kebakaran susulan, terutama ketika petugas tidak menjangkau area tersebut secara menyeluruh.

Danang menegaskan bahwa petugas harus memastikan air menjangkau bagian dalam tumpukan sampah, bukan sekadar membasahi permukaannya.

“Pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh. Semprotan air bertekanan tinggi diupayakan menembus hingga kedalaman tumpukan sampah agar bara api yang tersembunyi benar-benar dapat dipadamkan,” tegasnya.

Arah Angin dan Titik Panas Jadi Perhatian

Selain memperkuat pembasahan, petugas memantau arah angin dan persebaran titik panas di sekitar area kebakaran. Berdasarkan pengamatan saat peninjauan, angin bergerak ke arah barat dan utara Kota Malang.

Petugas juga masih menemukan sejumlah titik panas di beberapa bagian lokasi. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menentukan area prioritas pembasahan berdasarkan temuan di lapangan.

Polresta Malang Kota bersama BPBD dan unsur terkait terus menyelaraskan langkah penanganan. Koordinasi ini membantu petugas menjangkau area yang masih menyimpan bara serta menentukan tindakan lanjutan sesuai kondisi terkini.

Danang menekankan pentingnya kesinambungan penanganan agar titik panas tidak berkembang menjadi kobaran api baru.

“Koordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan pembasahan menjangkau area ataupun titik bara yang masih menyimpan panas. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan agar titik panas dapat dikendalikan dan tidak kembali berkembang menjadi kobaran api,” ujarnya.

Ekskavator Bantu Timbun Area Rawan

Petugas juga menggunakan ekskavator untuk menimbun bagian tertentu dari tumpukan sampah dengan tanah. Langkah ini melengkapi penyemprotan air dalam upaya mengendalikan sumber panas yang masih tersisa.

Penimbunan membantu menutup area yang menyimpan bara sehingga peluang munculnya kembali api dapat ditekan. Sementara itu, alat berat memudahkan petugas menata tumpukan sampah dan menjangkau bagian yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kombinasi pembasahan dan penimbunan menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran. Petugas tetap perlu memeriksa kondisi setiap area untuk memastikan tidak ada titik panas yang terlewat.

Pengawasan Berlanjut hingga Api Terkendali

Peninjauan langsung selama dua hari berturut-turut menunjukkan perhatian Polresta Malang Kota terhadap perkembangan penanganan kebakaran di TPA Supit Urang. Melalui koordinasi bersama BPBD dan unsur terkait, petugas terus mengupayakan pemadaman sekaligus mengantisipasi risiko kebakaran susulan.

Berkurangnya kobaran api memang menjadi perkembangan positif. Namun, kondisi tersebut belum memastikan seluruh bara di dalam tumpukan sampah telah padam.

Karena itu, petugas masih melanjutkan pembasahan, penimbunan tanah, dan pemantauan titik panas. Langkah tersebut bertujuan mencegah api kembali muncul, mengurangi potensi dampak lingkungan, serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar TPA Supit Urang.

Hingga seluruh sumber panas dapat dikendalikan, upaya penanganan tetap membutuhkan pengawasan dan koordinasi berkelanjutan dari seluruh unsur yang terlibat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *