Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

KDKMP Sidoarjo Diperkuat, UMKM Jadi Prioritas

114
×

KDKMP Sidoarjo Diperkuat, UMKM Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, koperasi ini diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM lokal.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan komitmen tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau KDKMP Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kamis (15/10/2026).

Example 300x600

Kunjungan itu turut melibatkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, sejumlah pimpinan BUMN, serta anggota Ombudsman RI. Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan memeriksa ketersediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi di koperasi.

KDKMP Tambakrejo Layani Kebutuhan Warga

KDKMP Desa Tambakrejo mengantongi dukungan anggaran sekitar Rp3 miliar. Pemerintah berharap koperasi ini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mendukung operasional, pengelola menyiapkan satu truk logistik, satu mobil pikap, dan dua becak motor. Sarana tersebut membantu distribusi barang agar koperasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar toko atau supermarket. Menurutnya, koperasi ini merupakan milik bersama yang harus mengutamakan kepentingan seluruh warga Desa Tambakrejo.

“Ini bukan sekadar toko atau supermarket, melainkan koperasi milik seluruh warga Desa Tambakrejo. Gedung megah dan sarana ini hadir langsung untuk melayani kebutuhan bapak dan ibu di sini,” ujar Zulkifli.

Saat ini, koperasi menyediakan sejumlah kebutuhan pokok bersubsidi. Produk tersebut mencakup beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG 3 kilogram seharga Rp16.000 per tabung, serta minyak goreng Rp16.700 per liter.

Selain itu, KDKMP Tambakrejo menyiapkan dukungan untuk penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan sosial, dan layanan keuangan melalui agen BNI. Layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan transaksi keuangan.

Tata Kelola Profesional Jadi Kunci

Zulkifli Hasan mengingatkan pengurus agar menjalankan koperasi secara profesional. Tata kelola yang baik akan membantu koperasi menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan usaha berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam pengelolaan KDKMP. Kepala desa dan kepala koperasi akan memegang tanggung jawab utama, sedangkan manajer membantu menjalankan kegiatan operasional.

“Koperasi ini punya Bapak, punya Ibu, warga Desa Tambakrejo. Oleh karena itu, yang bertanggung jawab nanti kepala desa bersama kepala koperasi dari warga sini, yang dibantu manajer koperasi,” katanya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memperkuat pendampingan bagi pengurus KDKMP. Ia mendorong dinas terkait mengadakan pembinaan dan pelatihan agar pengurus mampu mengelola koperasi secara optimal.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendukung program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” tegas Mimik.

UMKM Lokal Perlu Ambil Peran

Mimik menilai keterlibatan UMKM lokal akan memperkuat manfaat ekonomi KDKMP. Karena itu, ia mendorong koperasi membuka ruang pemasaran bagi produk usaha masyarakat dan membangun kemitraan dengan pelaku usaha setempat.

Melalui kolaborasi tersebut, koperasi dapat memperluas jangkauan konsumen bagi UMKM. Pada saat yang sama, transaksi di tingkat desa berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi dan membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 207 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan. Namun, baru 57 koperasi yang menjalankan operasional.

Angka tersebut menunjukkan perlunya percepatan agar koperasi lainnya segera melayani masyarakat. Untuk itu, Pemkab Sidoarjo mendorong penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Pemkab Sidoarjo berharap KDKMP mampu menjalankan fungsi ekonomi secara optimal. Dengan pengelolaan profesional dan keterlibatan UMKM, koperasi ini diharapkan tidak hanya membantu warga memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *