JATIMTERBARU.COM, BATU — Kebakaran hutan melanda kawasan konservasi Gunung Buthak pada Selasa (1/9/2026) siang. Titik api pertama kali terdeteksi pukul 12.46 WIB di Petak 100 Pos 3, wilayah perbatasan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dan Kecamatan Pujon, Kota Batu bagian selatan.
Informasi awal diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak.
Merespons laporan tersebut, Kapolres Batu AKBP Dr. Aries Purwanto memastikan jajaran TNI, Polri, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, serta unsur relawan langsung dikerahkan untuk penanganan darurat.
“Kami berkoordinasi erat dengan seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan BPBD kedua wilayah, guna menentukan pola pemadaman yang paling efektif di tengah tantangan medan yang cukup berat,” ujar Kapolres Batu, Jum’at (4/9/2026).
Lokasi kebakaran berada di kawasan konservasi dengan topografi curam dan sulit dijangkau kendaraan. Keterbatasan akses membuat proses pemadaman awal hanya bisa dilakukan secara manual.
Petugas gabungan bersama relawan terpaksa menggunakan metode tradisional ‘gebyok’dengan ranting pohon untuk memukul dan membatasi perambatan api.
Kondisi diperparah musim kemarau panjang. Vegetasi kering, kelembapan udara rendah, dan potensi angin kencang memperbesar risiko api menjalar cepat.
Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan untuk memastikan apakah berasal dari faktor alam atau kelalaian manusia.
Mengutamakan keselamatan, otoritas bersama pengelola pos pendakian via Jalur Panderman memperketat pengawasan dan memberlakukan penutupan sementara aktivitas pendakian.
Kebakaran yang berada dekat jalur pendakian dinilai berpotensi mengancam keselamatan jiwa maupun kelestarian ekosistem.
“Langkah kontinjensi sudah kami siapkan, termasuk potensi penambahan personel, sarana prasarana pemadaman, serta dukungan transportasi dan komunikasi. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi pembatasan demi keselamatan bersama,” tegas AKBP Aries.
Tim gabungan hingga kini masih bersiaga di lapangan dan melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api atau kepulan asap baru.
Informasi perkembangan akan terus disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang.(*)
Sumber : Humas Polres Batu
















