Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas

99
×

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan bagi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan untuk meningkatkan produktivitas melalui pembenahan sistem dan proses kerja. Program tersebut akan berlangsung pada September hingga November 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi Kemnaker dalam memperkuat produktivitas perusahaan, daya saing ekonomi, serta kualitas dunia kerja Indonesia.

Example 300x600

Pelaksanaannya melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan meningkatkan kompetensi pekerja. Perbaikan tersebut harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola, pemanfaatan teknologi, dan proses kerja secara menyeluruh.

“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (24/8/2026).

Pendampingan menggunakan pendekatan company-based productivity improvement yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Prosesnya diawali dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, dilanjutkan identifikasi akar persoalan, penyusunan rencana perbaikan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi.

Intervensi yang diberikan mencakup peningkatan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, pengurangan pemborosan, penataan tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, hingga peningkatan kualitas produksi dan pelayanan.

Keterlibatan peserta pemagangan nasional juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.

Mereka mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan peningkatan produktivitas di lingkungan kerja dengan berinteraksi bersama perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas.

Yassierli menilai peserta magang perlu memahami bahwa dunia kerja tidak hanya menuntut penyelesaian tugas, tetapi juga kemampuan mencari cara kerja yang lebih efektif, efisien, berkualitas, dan mampu memberikan nilai tambah.

Menurutnya, peningkatan produktivitas semakin strategis di tengah perkembangan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, serta target Indonesia Emas 2045.

Karena itu, produktivitas perlu dibangun bukan sekadar sebagai ukuran kinerja, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja.

Melalui program percontohan ini, Kemnaker berharap dapat menghasilkan model pendampingan peningkatan produktivitas yang sistematis, terukur, dan terintegrasi sehingga dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai sektor usaha.(*)

 

 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *