Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Menaker Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja ASEAN

60
×

Menaker Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja ASEAN

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membawa agenda penguatan keterampilan dan pelindungan pekerja dalam 29th ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 26–27 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong kerja sama ASEAN untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, hingga perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama oleh negara-negara ASEAN.

Example 300x600

Menurut Yassierli, perubahan tersebut harus diimbangi dengan penguatan keterampilan tenaga kerja, penyediaan informasi pasar kerja, peningkatan layanan ketenagakerjaan, serta penguatan sistem pelindungan pekerja.

“Perubahan dunia kerja tidak bisa kita hadapi sendiri. Indonesia harus ikut menentukan arah kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar transformasi yang terjadi membuka peluang bagi pekerja, bukan membuat mereka tertinggal, dan pada saat yang sama tetap memberikan pelindungan,” ujar Yassierli melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (25/8/2026).

Agenda Indonesia dalam ALMM juga mencakup penguatan pelindungan pekerja, khususnya pekerja migran. Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut berbagai komitmen ASEAN, antara lain terkait pelindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan serta pelindungan pekerja migran dan anggota keluarganya dalam situasi krisis.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work beserta dokumen panduannya. Deklarasi tersebut menekankan pentingnya membangun tenaga kerja ASEAN yang kompetitif, tangguh, adaptif, dan siap menghadapi masa depan dunia kerja.

Selain memperkuat koordinasi antarnegara ASEAN, Indonesia juga mendorong kolaborasi dengan mitra internasional, termasuk International Labour Organization (ILO) dan International Organization for Migration (IOM). Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan keterampilan, peningkatan layanan ketenagakerjaan, penguatan kerja layak, serta pelindungan pekerja migran.

“Kerja sama ASEAN harus menghasilkan manfaat nyata bagi pekerja. Bukan hanya membahas perubahan, tetapi memastikan pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan tetap terlindungi dalam menghadapi perubahan,” tegas Yassierli.

Melalui forum ALMM, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama ketenagakerjaan ASEAN yang lebih adaptif dan berorientasi pada kepentingan pekerja, sehingga transformasi dunia kerja dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja di kawasan.

 

Sumber Biro Humas Kemenaker

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *