Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Mengukir Budaya Sehat, Sidoarjo Raih Predikat Kabupaten STBM

34
×

Mengukir Budaya Sehat, Sidoarjo Raih Predikat Kabupaten STBM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Kabupaten Sidoarjo menorehkan pencapaian gemilang dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kota Delta ini dinyatakan berhasil memenuhi seluruh indikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar. Pengakuan bergengsi ini diraih setelah Tim Verifikasi Lapangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan penilaian komprehensif di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.

Example 300x600

Capaian impresif ini menempatkan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang sukses mengintegrasikan STBM 5 Pilar ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keberhasilan ini tidak sekadar diukur dari megahnya infrastruktur fisik atau ketersediaan sarana sanitasi, melainkan dari tingginya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengadopsi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes RI, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menegaskan bahwa keberhasilan Sidoarjo merupakan bukti nyata bahwa pembangunan sanitasi telah bermutasi menjadi sebuah gerakan bersama.

Pembangunan ini tidak lagi berjalan searah dari pemerintah, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara masif.

“Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar dalam pencapaian ini. Komitmen kuat ini dibangun dari kesadaran kolektif yang didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang sangat luar biasa,” ungkap Sulvy saat memaparkan hasil verifikasi di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data autentik hasil verifikasi lapangan, rapor indikator STBM di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan angka yang sangat memuaskan.

Sebanyak 100 persen kepala keluarga (KK) telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan. Kemudian 97 persen KK telah membiasakan cuci tangan memakai sabun, 89 persen KK mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, 83 persen KK melakukan pengamanan sampah rumah tangga, serta 72 persen KK telah menerapkan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Sulvy menambahkan, potret angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi perilaku masyarakat Sidoarjo berjalan ke arah yang tepat.

Hal ini menjadi modal sosial yang sangat krusial dalam menekan angka penyakit berbasis lingkungan dan menciptakan ruang hidup yang lebih sehat.

Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Subandi menyambut baik capaian ini dengan memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga lapisan masyarakat terbawah.

Namun, Subandi mengingatkan bahwa predikat ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Sebagai wilayah urban dengan dinamika pertumbuhan penduduk yang tinggi, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan sanitasi jangka panjang yang kompleks.

“Keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi. STBM harus bertransformasi menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini semata-mata demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera,” tegas Subandi.

Menutup arahannya, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran camat, kepala desa, lurah, hingga puskesmas untuk tetap berada di garis depan dalam mengawal gerakan ini.

“Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Esensi dari gerakan ini bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan bagaimana kolaborasi ini terus dijaga konsistensinya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat sehatnya secara nyata,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *