Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Nurochman Dorong Regenerasi Petani Muda di Kota Batu

96
×

Nurochman Dorong Regenerasi Petani Muda di Kota Batu

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, BATU – Masa depan pertanian Kota Batu tidak hanya bergantung pada luas lahan dan hasil produksi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan generasi baru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, regenerasi petani menjadi salah satu perhatian yang didorong Pemerintah Kota Batu melalui penguatan peran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)

Wali Kota Batu Nurochman meminta kepengurusan KTNA Kota Batu periode 2026–2031 tidak berhenti pada fungsi organisasi, tetapi mampu melahirkan gagasan yang menjawab berbagai tantangan pertanian saat ini.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Nurochman dalam pengukuhan pengurus KTNA Kota Batu periode 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (18/9/2026).

Menurut Nurochman, KTNA memiliki sumber daya manusia dengan pengalaman panjang di sektor pertanian. Potensi tersebut perlu dioptimalkan menjadi kekuatan untuk memberikan masukan kepada pemerintah, terutama dalam menentukan arah pengembangan pertanian Kota Batu.

Ia berharap pengalaman dan pengetahuan para pelaku pertanian yang tergabung dalam KTNA dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif. Tidak hanya menyangkut proses produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian memiliki nilai tambah setelah dipanen.

“KTNA menjadi mitra strategis pemerintah untuk memberikan analisa, rekomendasi, serta membaca potensi pertanian dan pascapanen,” kata Nurochman.

Di tengah perubahan pola kerja dan perkembangan teknologi, Nurochman juga menilai sektor pertanian perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Program Petani Muda Berdaya menjadi salah satu ruang yang dinilai dapat mendorong keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian. Penggunaan teknologi seperti Smart Integrated Farming dinilai dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Pendekatan berbasis teknologi diharapkan mampu membuat aktivitas pertanian lebih efisien sekaligus membuka peluang usaha baru. Dengan demikian, profesi petani tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga sebagai bidang yang memiliki prospek ekonomi dan ruang inovasi.

Momentum pengukuhan KTNA Kota Batu juga berlangsung setelah Kota Batu menjadi tuan rumah Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026. Forum tersebut mempertemukan pelaku pertanian dari berbagai daerah sehingga membuka peluang pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta jejaring antarpelaku sektor pertanian.

Bagi Pemkot Batu, interaksi lintas daerah tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran untuk mengembangkan pertanian yang sesuai dengan karakter dan potensi lokal Kota Batu.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk memperkuat komunikasi dengan petani. Salah satu fokusnya adalah memperbanyak turun ke lapangan guna mengetahui secara langsung persoalan dan kebutuhan petani.

Heli menegaskan, KTNA akan berupaya menjadikan aspirasi petani sebagai pijakan dalam menjalankan program organisasi. Kerja nyata dan kedekatan dengan petani menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan sektor pertanian Kota Batu.

Penguatan peran KTNA diharapkan dapat mempertemukan pengalaman petani senior dengan kreativitas generasi muda. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian Kota Batu di tengah tuntutan inovasi dan perubahan teknologi.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *